SuaraJatim.id - Warga negara asing (WNA) asal Australia bernama Christoper Steven (48) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar hotel Jalan Sunset Road Seminyak Kuta Badung, Bali.
"Iya benar, ada warga asing asal Australia ditemukan meninggal. Untuk penyebabnya masih dalam proses penanganan di RSUP Sanglah, Denpasar," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta, Iptu Bagus Nagara Baranacita, Kamis (7/5/2020).
Ia mengatakan, untuk pemeriksaan luar dari jenazah korban juga belum keluar karena masih dalam proses pemeriksaan. Selain itu, kata Bara bahwa, selama berada di Bali korban tinggal sendiri.
Sementara itu, menurut keterangan dari Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, Ni Nyoman Ermy Setiari menjelaskan pada Selasa, 5 Mei 2020 pukul 12.30 wita bertempat di kamar hotel wilayah Seminyak Kuta, ada informasi dari salah satu house keeping di hotel tersebut menemukan tamu asing dalam kondisi terbaring di atas tempat tidur.
Saksi bernama I Gusti Made Hermanantha Rismantara sebagai house keeping hotel dapat tugas membantu pengecekan tamu yang tinggal di kamar korban. Sebab, hari itu ada jadwal check out dan sudah melebihi jam check out.
Kondisi kamar bule saat itu dalam keadaan di DND (do not disturb). Selanjutnya saksi langsung menuju kamar tersebut dan mengetuk pintunya namun tidak ada respons.
Kemudian saksi bersama rekannya membuka menggunakan master key namun masih terkunci dari dalam kamar.
Ermy mengatakan, dari GM hotel tersebut, kemudian meminta saksi I Gusti Made Hermanantha Rismantara untuk meminta bantuan engineering hotel.
Saat itu jendela langsung dibuka dengan menggunakan obeng, sambil memanggil tamu yang menempati kamar itu namun masih tidak ada respon.
Baca Juga: Diduga karena Corona, Bule Australia Tewas Dalam Hotel di Bali
"Ketika saksi I Gusti Made Hermanantha Rismantara membuka tirai kamar dan melihat korban masih dalam posisi terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi meninggal. Kemudian pihak GM hotel tersebut langsung melaporkan ke pihak kepolisian Polsek Kuta untuk penanganan lebih lanjut,"katanya.
Ia mengatakan dari kejadian tersebut nihil ditemukan kerusakan di sekitar area kamar korban. Selanjutnya jenazah warga Australia itu dievakuasi menuju RSUP Sanglah, Denpasar.
Sementara ABC memberitakan, pihak berwenang di Indonesia menyatakan virus corona kemungkinan merupakan penyebab kematian Christopher.
Namun, belum bisa dipastikan sampai autopsi selesai dilakukan. Saat mengambil jenazah petugas medis menerapkan protokol covid-19 hingga memindahkannya ke RS Sanglah di Denpasar.
Berita Terkait
-
Cilegon Dilanda Banjir dan Covid-19, Wali Kota: Siapa yang Berdosa ya?
-
Seniman Misterius Bansky Bikin Lukisan di Dinding RS, Hormati Tim Medis
-
Diduga karena Corona, Bule Australia Tewas Dalam Hotel di Bali
-
Lockdown Bakal Dicabut, Warga Australia Masih Takut ke Luar Rumah
-
Ilmuan Temukan Mutasi Virus Corona yang Lebih Mematikan
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Groundbreaking JLKT dan Peresmian Air Bersih, Khofifah Wujudkan Bromo Aman dan Berkelanjutan
-
BRI Group Perkuat Ekosistem Ultra Mikro, Simpanan Emas Tembus 17,1 Ton
-
BRI Perkuat Fondasi Teknologi, Kantongi Sertifikasi Kualitas Software Internasional
-
Di Balik Dapur MBG, Perjuangan Agus Menghidupi Keluarga dan Melunasi Utang
-
Di HUT ke-80 Muslimat NU, Khofifah Perkuat Barisan 400 Paralegal Demi Keadilan Perempuan & Anak