SuaraJatim.id - Menghangatkan atau memanaskan makanan sisa umum dilakukan orang Indonesia.
Kebiasaan yang banyak dilakukan orang itu merupakan cara untuk tidak membuang-buang makanan.
Padahal tak semua makanan atau masakan boleh dipanaskan lagi, karena bisa berbahaya bagi kesehatan, sehingga menyebabkan penyakit.
Lantas, masakan atau makanan apa saja yang tak boleh dipanaskan lagi?
Berikut tujuh makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali, mengutip dari NDTV Food, Selasa (30/6/2020).
1. Bayam dan sayuran berkadar nitrat tinggi
Jika memiliki bayam atau sayuran berdaun hijau, wortel, lobak atau bahkan seledri, hindari memanaskannya kembali.
Sayuran kaya nitrat ketika kembali dipanaskan bisa mengubah kandungannya menjadi racun, melepaskan karsinogenik yang memicu kanker.
Bayam juga tinggi zat besi, sehingga memanaskannya bisa mengoksidasi zat besi di dalamnya. Teroksidasinya zat besi bisa menghasilkan radikal bebas berbahaya penyebab berbagai penyakit termasuk kemandulan dan kanker.
Baca Juga: Bisa Dicoba, Ini 3 Cara Sehat Memanaskan Makanan Sisa Lebaran
2. Nasi
Mungkin ini tidak disangka, nasi juga berbahaya dipanaskan. Menurut Badan Standar Makanan atau FSA, saat nasi dipanaskan kembali bisa memicu keracunan. Ini karena adanya bakteri Bacillus Cereus yang sangat resisten.
Panas memang bisa membunuh bakteri ini, tapi di sisi lain bisa menghasilkan spora yang beracun. Ini terjadi setelah nasi dipanaskan dan ditinggalkan pada suhu kamar, setiap spora yang ada dalam nasi bisa berlipat ganda, selanjutnya menyebabkan keracunan makanan saat dikonsumsi.
3. Telur
Kita tahu betul bagaimana telur tinggi protein, tapi telur yang sudah dimasak atau direbus bisa berbahaya jika dipanaskan berulang kali.
Setelah memasak telur, segeralah makan, tapi jika disimpan dalam waktu yang lama, jangan dipanaskan lagi.
Solusinya adalah makan dalam keadaan dingin karena makanan berprotein tinggi mengandung banyak nitrogen.
Nitrogen ini dapat teroksidasi karena pemanasan ulang, yang selanjutnya menyebabkan kanker.
4. Ayam
Paling enak memang mengonsumsi ayam yang hangat dan baru matang, apalagi berbentuk kuah atau kari, tapi jangan juga keseringan. Ini karena komposisi protein dalam makanan bisa mengubah total saat diambil dari kulkas untuk dipanaskan.
Tindakan tersebut bisa menyebabkan masalah pada sistem pencernaan, jadi pastikan tidak memanaskannya dengan suhu tinggi.
5. Kentang
Kentang menjadi makanan pokok pengganti terbaik, dan penyimpanannya juga mudah. Tapi setelah masak kentang, dan kemudian dipanaskan kembali, sebaiknya pikir ulang.
Ini karena kentang mengandung vitamin B6, kalium dan vitamin C. Tapi jika dipanaskan berulang-ulang, bisa berisiko menghasilkan Clostridium Botulinum (bakteri penyebab botulisme).
Bahkan jika kita membiarkan kentang yang sudah matang dalam suhu ruangan, produksi bakteri tetap bertambah. Solusinya untuk menghindari pertumbuhan bakteri, simpan di dalam lemari es atau membuangnya jika tidak dikonsumsi dalam waktu 1 sampai 2 hari.
6. Jamur
Dianjurkan untuk langsung memakan jamur setelah dikonsumsi.
Idealnya, jamur tidak boleh disimpan untuk dikonsumsi pada hari berikutnya. Ini karena bisa membangkitkan energi protein dan mengandung banyak mineral saat dipanaskan kembali.
Dipanaskan bisa menghancurkan protein ini pada jamur dan menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan.
Memanaskannya kembali akan menghasilkan racun yang mengandung nitrogen teroksidasi dan radikal bebas.
7. Minyak zaitun
Terkenal sebagai salah satu sumber terbaik asam lemak omega-3 seperti minyak biji rami, minyak zaitun dan minyak canola disarankan tidak dipanaskan kembali.
Ini karena kandungan lemak omega-3 sangat sensitif terhadap suhu, saat lemak ini rusak dan menjadi tengik dengan paparan suhu di atas 40 derajat celcius.
Jadi, mulai sekarang tujuh makanan ini jangan dipanaskan lagi demi alasan kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Magetan, Pengedarnya Diduga Pria Asal Bojonegoro
-
Jatim Resmi Buka Mudik Gratis Lebaran 2026, 7.000 Kuota Bus dan Kapal Laut Disiapkan ke 20 Daerah
-
Drama Kejar-kejaran Begal di Pasuruan, Wanita Bercelurit Tertangkap Usai Dikepung Polisi
-
Main Borgol Berujung Apes, Tangan Remaja di Bondowoso Terkunci hingga Dievakuasi Damkar!
-
Tawuran Sahur Patrol di Gresik Berujung Pembacokan, Dua Pemuda Luka Parah