SuaraJatim.id - Perubahan perilaku berupa penerapan protokol kesehatan dengan baik menjadi kunci utama mengatasi pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan Harmensyah, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam sebuah diskusi menyambut Hari Pahlawan 10 November.
"Harus menjadi yang utama selain penanganan kesehatan," papar Harmensyah dalam diskusi daring pada peringatan Hari Pahlawan 2020, Senin (9/11/2020) malam, seperti dikutip Suara.com, jaringan SuaraJatim.id, dari kantor berita Antara.
Sarana untuk mengajak masyarakat ikut serta dalam perubahan perilaku ini dilakukan via edukasi yang mesti terus dilakukan melalui media massa maupun sosial media, serta melibatkan peran tenaga kesehatan di berbagai daerah .
Upaya edukasi sejatinya bertujuan agar perubahan perilaku masyarakat dapat dilakukan secara menyeluruh dan sekaligus berkelanjutan. Yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir.
"Juga mengajak masyarakat membiasakan diri meningkatkan imunitas dengan berolah raga serta mengonsumsi makanan bergizi," imbuh Harmensyah.
Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan perubahan perilaku serta penguatan komunikasi publik. Hal itu diharapkan dapat membawa perubahan bagi masyarakat Indonesia.
Sedangkan Daeng Mohammad Faqih, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan berdasarkan laporan data terakhir, ada 141 dokter di berbagai daerah gugur dalam penanganan COVID-19.
"Bagi dokter, hal ini tidak akan menyurutkan semangat dalam pelayanan pasien-pasien COVID-19," kata Harmensyah.
Sebab saat ini tenaga kesehatan sangat dibutuhkan dalam melayani orang-orang yang terinfeksi COVID-19. Apalagi, sejatinya dokter, bidan, perawat, apoteker dan tenaga kesehatan mendedikasikan hidupnya bagi kemanusiaan.
Baca Juga: Bareng Luna Maya Cs, Mercedes-Benz GLC 300 4MATIC Coupe Ini Tempuh 425 Km
"Tidak ada pilihan lain, mereka tetap harus mengabdi kepada kemanusiaan. Apalagi di tengah pandemi banyak yang membutuhkan pertolongan," jelas Daeng Mohammad Faqih.
Namun setiap individu masyarakat juga wajib berupaya menurunkan angka kematian termasuk petugas kesehatan, dengan cara taat protokol kesehatan.
Selamat Hari Pahlawan 10 November 2020 untuk Pembaca semua!
Berita Terkait
-
11 Ribu Personel Diketahkan dan 237 Kali Water Bombing, BNPB Ungkap Sulitnya Tangani Karhutla Sumsel
-
Karhutla Sumsel Turun 88 Persen, Tapi Asap Masih Bikin Udara Palembang Tak Sehat
-
Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
-
Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa, Warga Panik: Anak-anak Dilarang Pakai Air Keran
-
Perhutani dan Polres Lamongan Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Hutan
-
Jelang Pengesahan Warga Baru Pagar Nusa, Kapolres Bojonegoro: Tak Ada Konvoi!
-
Brakkk! KA Wijaya Kusuma Tertemper Mobil di Perlintasan Jember, Satu Orang Luka Berat
-
Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Mulai Terurai, Antrean Truk dari 16 Km Jadi 7 Km