Scroll untuk membaca artikel
Reza Gunadha | M Nurhadi
Selasa, 10 November 2020 | 13:52 WIB
penjemput Habib Rizieq (Suara.com/Irfan)

SuaraJatim.id - Massa yang menjemput kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, membeludak sehingga berimbas pada kemacetan arus lalu lintas.

Kemacetan itu mulai dari Bandara Soekarno - Hatta Tangerang, hingga ke daerah markas besar mereka di Tanah Abang, Jakarta Barat.

Sementara di media sosial, ratusan bahkan ribuan akun turut mencuitkan terkait kepulangan Habib Rizieq.

Untuk diketahui, pesawat Habib Rizieq Shihab sudah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 08.38 WIB pada Selasa (10/11/2020). 

Baca Juga: Panitia Penjemput Habib Rizieq Minta Maaf Bikin Jalan Tol Bandara Lumpuh

Salah satu cuitan yang mendapat perhatian dari warganet adalah @EndjahH yang menyebut NU atau Nahdlatul Ulama tidak akan bisa mengumpulkan massa sebanyak itu.

"Ormas Islam yang ngaku punya Anggauta Ratusan Juta seperti @nahdhatululama pun TIDAK AKAN MAMPU MENGUMPULKAN UMAT SEBANYAK INI. @savicali @sahaL_AS @saidaqil," tulisnya membalas video massa yang melakukan long march.

Cuitan itu lantas mendapatkan banyak komentar, salah satunya Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal.

Melalui akun Twitternya Gus Sahal, panggilan akrabnya, menyebut, jamaah NU bukan pengangguran dan saat ini sibuk mengaji serta belajar di pesantren. Selain itu, jamaah NU juga tidak ada waktu untuk bergerombol di jalan.

"Jamaah NU yang jutaan itu bukan pengangguran, tapi orang-orang yang punya kesibukan. Mereka sibuk kerja, sibuk mengaji di pesantren-pesantren. Tak ada waktu untuk bergerombol di jalanan," tulisnya.

Baca Juga: Netizen Bandingkan NU Dengan FPI, Gus Sahal: Jamaah NU Bukan Pengangguran

Cuitan Gus Sahal membalas twit dari netizen (Twitter)

Kursi rusak

Load More