SuaraJatim.id - Heboh penemuan rel trem kuno diduga kuat peninggalan era Kolonial Belanda di Kota Malang, Rabu (11/10/2020). Rel itu muncul saat proses pengerukan aspal Jalan Basuki Rahmat untuk proyek Kayu Tangan Heritage.
Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Agung H. Buana mengatakan saat pembangunan proyek ditemukan artefak atau peninggalan masa lalu, persisnya jaringan rel trem yang dibangun era Kolonial Belanda pada 1903 (diresmikan beroperasi).
Merespon temuan itu, pihaknya berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait, diantaranya PT KAI, pelaksana proyek, kontraktor pelaksana dan pakar atau sejarawan.
“Dari PT KAI bahwa sesuai peraturan perundang-undangan, seluruh rel adalah aset. Sehingga PT KAI melarang untuk memindahkan maupun mengambil aset tersebut,” kata Agung.
Maka, lanjut dia, muncul solusi agar rel tetap di lokasi. Namun agar tetap memiliki nilai edukasi atau pembelajaran, maka diusulkan untuk memberikan penanda khusus.
“Histori seperti ini perlu kita tampilkan kepada masyarakat, sebagai bagian dari pembelajaran ilmu pengetahuan dan pengenalan kepada masyarakat. Memberikan satu pembelajaran kepada masyarakat bahwa Malang itu sejak awal 1900 sudah punya moda transportasi massal yang belum dimiliki kota lain,” bebernya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji juga mendukung upaya yang dirumuskan TACB bersama PT KAI tersebut. Penting menurutnya untuk menjaga peninggalan sejarah.
“Keputusannya tetap tidak usah dibongkar, tapi ada penanda. Tadi saya minta ada penanda, jadi (batu) andesit warna berbeda, supaya orang tahu, bahwa di sini ada rel yang 1903 itu diresmikan,” ujarnya.
Sekadar informasi, proyek pembangunan Kayu Tangan Heritage ini menata ulang koridor Jalan Basuki Rahmat Kota Malang. Tujuannya untuk menjadi destinasi baru wisata sejarah.
Baca Juga: Penambang Pasir Merapi Temukan Candi Baru
Sebab, kawasan ini memang dikenal sebagai jantung kota pada era Kolonial Belanda. Kawasan ini masih dipenuhi bangunan kuno, contohnya Gereja Katolik Hati Kudus atau dikenal Gereja Kayu Tangan, Toko Avia, Kantor PLN Area Malang hingga Sarinah. Proyek ini menelan anggaran RP 23 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kontributor : Aziz Ramadani
Berita Terkait
-
Penambang Pasir Merapi Temukan Candi Baru
-
Lubang Sumur di Situs Candi Patakan Disebut Jadi Bunker Raja Airlangga?
-
Lama Terpendam, Ditemukan Situs Purbakala Diduga Candi di Piyungan
-
Arkeolog Temukan Ratusan Batu Nisan Yahudi yang Dijarah Nazi
-
Lebih Tua Dari Majapahit, Jobong Sumur Ini Diduga dari Era Kerajaan Kadiri
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi
-
Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan
-
Warga Kediri Tertipu Ratusan Juta Titik Dapur MBG Fiktif
-
Kecelakaan Maut di Tulungagung, Truk Tabrak Motor, Dua Pemuda Tewas
-
Ini Kronologi Kasus Penipuan yang Libatkan Oknum THL Dishub dan Satpol PP Pemkot Surabaya