SuaraJatim.id - Lonjakan Covid-19 di Bangkalan Madura hingga mengakibatkan status zona merah disorot DPRD Jatim. Sejumlah legislator bahkan turun tangan menyosialisasikan pentingnya disiplin protokol kesehatan (prokes).
Beberapa anggota DPRD Jatim H Mohammad Nasih Aschal atau Ra Nasih berkeliling menumpangi pikap sembari menyerukan tentang protokol kesehatan menggunakan alat pengeras suara. Turut serta anggota DPR RI Fraksi Demokrat H Hasani bin Zuber beserta anggota DPRD Jatim lainnya, Mahfudz Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Halim Fraksi Gerindra, Mathur Husairi Fraksi KBN dan Ketua KONI Bangkalan Fauzan Jakfar.
Selain itu, mereka juga membagikan masker di wilayah yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19, yakni Kecamatan Kota Bangkalan, Geger, Arosbaya, dan Kecamatan Klampis.
"Kita lihat dari awal bulan atau dari sejak terjadi lonjakan termasuk mulai diberlakukannya penyekatan di Jembatan Suramadu angka kematian akibat Covid-19 tidak berkurang justru terus bertambah," ungkap Ra Nasih dikutip dari timesindonesia.co.id --jejaring media suara.com, Minggu (20/6/2021).
Ra Nasih melanjutkan, pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat harus lebih serius dalam menyikapi kasus lonjakan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.
Berdasar data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan mencatat korban meninggal akibat terpapar Covid-19 hingga saat ini mencapai 285 orang atau 9,97 persen. Sedangkan jumlah total pasien terkonfirmasi positif sebanyak 2.858.
"Jadi penanganan persoalan Covid-19 ini harus dilakukan mulai dari hulu baru kemudian kita berbicara hilir," ujarnya.
Ra Nasih mengungkapkan, penanganan dari hulu dilakukan dengan testing, tracing dan treatment atau 3T. Akan tetapi yang menjadi permasalahan proses itu belum maksimal termasuk penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.
"Jika proses 3T dan PPKM mikro berjalan efektif kita bisa mengurai persoalan-persoalan kasus Covid-19 dari hulu sampai hilir. Terutama angka kematian yang terus bertambah," jelasnya.
Baca Juga: Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito Positif Corona Sepulang dari Kudus dan Bangkalan
Sebenarnya, kata Ra Nasih, untuk menghambat laju penyebaran Covid-19 bukan hanya dengan melakukan penyekatan dan test swab di akses Jembatan Suramadu. Sebab, hal itu justru menyebabkan kerumunan dan menimbulkan masalah baru.
"Seharusnya fokus pada titik-titik yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 karena sudah jelas pasien yang terkonfirmasi dan yang meninggal ada di sana," terangnya.
Ra Nasih mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu melakukan upaya semaksimal mungkin bagaimana mengakhiri lonjakan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.
Dia juga berharap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pusat harus benar-benar strategis dan membuahkan hasil sehingga ketidakpercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah dapat diminimalisir.
"Persoalan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah provinsi, dan pusat bukan sekadar hadir namun mampu mengurai segala persoalan," tandas Anggota DPRD Jatim, Ra Nasih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Warga 4 Desa Melawan Penutupan Akses Bendungan Lahor
-
Lutung Jawa Dipelihara Warga di Bondowoso Dievakuasi, Kini Jalani Rehabilitasi
-
Geger di Lapangan Kodim Ponorogo: Dikira Tidur, Pria Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan