Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Senin, 13 September 2021 | 12:16 WIB
Kim Jong Un sedang mengamati peluncuran roket [Foto: Antara/KCNA via Reuters]

Jeffrey Lewis, seorang peneliti rudal di James Martin Center for Nonproliferation Studies, mengatakan rudal jelajah serangan darat jarak menengah tidak kurang ancamannya daripada rudal balistik dan menjadi kemampuan yang cukup serius bagi Korut.

"Ini adalah sistem lain yang dirancang untuk terbang di bawah radar pertahanan rudal atau di sekitarnya," kata Lewis di Twitter.

Rudal jelajah dan rudal balistik jarak pendek yang dapat dipersenjatai dengan bom konvensional atau nuklir sangat mengganggu kestabilan jika terjadi konflik karena tidak jelas jenis hulu ledak yang mereka bawa. ANTARA

Baca Juga: Bikin Panas Tetangga, Korea Utara Uji Rudal Jarak Jauh

Load More