SuaraJatim.id - Sejarah Perjanjian Roem-Royen. Perjanjian Roem-Royen atau perjanjian Roem Roijen adalah upaya diplomasi Indonesia untuk membebaskan diri dari Belanda.
Perjanjian tersebut dilakukan pada 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.
Nama Roem-Royen diambil dari dua pemimpin delegasi, yakni Muhammad Roem dan Herman Van Roijen.
Maksud dari pertemuan ini adalah untuk menyelesaikan beberapa masalah terkait kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar di Den Haag di tahun yang sama.
Isi perjanjian ini berisi mengenai kesediaan berdamai antara kedua belah pihak yakni Indonesia dan Belanda. Dimana masing-masing delegasi menawarkan opsi yang seimbang.
Perjanjian Roem-Royen Indonesia dan Belanda menyatakan bahwa akan mengembalikan perdamaian dengan menghentikan gencatan senjata hingga kembalinya pemerintahan Indonesia ke Yogyakarta.
Berikut Isi perjanjian Roem-Royen di Hotel Des Indes Jakarta.
Kesepatakan
- Tingkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan seluruh aktivitas gerilya.
- Pemerintah Republik Indonesia akan menghandiri Konferensi Meja Bundar.
- Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta.
- Tingkatkan Bersenjata Belanda akan menghentikan seluruh operasi militer dan membebaskan seluruh tawanan perang.
Pada 22 Juni, sebuah pertemuan lain dilaksanakan dan mengahasilkan keputusan.
- Kedaulatan hendak diserahkan kepada Indonesia secara utuh dan tanpa syarat sesuai perjanjian Renville pada 1948.
- Belanda dan Indonesia hendak membangun sebuah persekutuan dengan dasar sukarela dan persamaan hak.
- Hindia Belanda hendak menyerahkan semua hak, kekuasaan,dan kewajiban kepada Indonesia.
Peristiwa Setelah Perjanjian Roem-Royen Ditandatangani
Baca Juga: Bela Negara Zaman Now, Ridwan Kamil: Beli Produk UMKM
Soekarno dan Hatta pada 6 Juli kembali dari pengasingan ke Yogyakarta. Pada 13 Juli, Kabinet mengesahkan perjanjian Roem Royen dan Sjafrudin Prawiranegara yang menjabat presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 22 Desember 1948, menyerahkan kembali mandatnya kepada Soekarno dan secara resmi mengakhiri keberadaan PDRI di tanggal 13 Juli 1949.
Pada 3 Agustus, gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia dimulai di Jawa 11 Agustus dan Sumatera 15 Agustus. Konferensi Meja Bundar mencapai persetujuan tentang semua masalah dalam agenda pertemuan, Kecuali masalah Papua Belanda. Demikian sejarah Perjanjian Roem-Royen.
Sumber: brainly, ruangguru, unhamzah.ac.id, unkris.ac.id.
Kontributor : Raditya Hermansyah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
-
Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?
-
Prabowo Lantik Pejabat Sore Ini, Wamenkeu Suahasil Tiba di Istana dan Bakal Gantikan Purbaya?
Terkini
-
Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat