Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, “ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Sementara itu, mengenai Puasa Tasu’a, ada sebuah hadist yang pernah disabdakan Nabi Muhammad. Namun nabi sendiri belum sempat menunaikan Puasa Tasu’a karena beliau wafat sebelum bulan Muharram. Meski begitu, para sahabat tetap menjalankan puasa tersebut, berdasarkan hadist yang disebutkan Nabi Muhammad.
“Apabila tahun depan (kita masih diberi umur panjang), kita akan berpuasa pada hari tasu’a (kesembilan).” (HR. As-Suyuthi dari Ibnu Abbas, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’)
Peristiwa Penting di Bulan Muharram
Selain tiga keutamaan tersebut di atas, Bulan Muharram juga menjadi utama karena ada sejumlah peristiwa penting yang terjadi di bulan ini. Peristiwa tersebut sangat lekat dengan sejarah Islam. Laman an-nur.ac.id menulis, sedikitnya ada 4 peristiwa penting yang terjadi di bulan Muharram, yakni:
1. Pada hari Asyura Allah Ta’ala telah menerima taubat Nabi Adam dan dosa Nabi Daud. Maka pada hari itu (10 Muharam) Nabi Adam dan Nabi Nuh a.s berpuasa Karena bersyukur kepada Allah bahwasannya taubat beliau diterima oleh Allah setelah beratus-ratus tahun lamanya memohon ampunan atas dosa-dosanya. Pada bulan ini terjadi peristiwa kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Asyura dan kiamat kelak akan terjadi pada hari Asyura.
2. Peristiwa bersandarnya perahu Nabi Nuh juga terjadi pada bulan Muharram, tepatnya pada 10 Muharam.
3. Pada bulan Muharram Nabi Yunus keluar dari perut ikan Paus setelah tinggal di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
4. Nabi Ibrahim dilahirkan pada bulan Muharram, tepatnya 10 Muharram. Dan pada tanggal 10 Muharram juga ia diangkatnya menjadi Khalilullah (kekasih Allah) serta juga hari dimana Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari kejahatan api yang semuanya ini adalah perintah Raja Namrud.
Baca Juga: Ditanya Kemungkinan Pindah Agama Islam, Jawaban Gita Sinaga Bikin Habibie Hood Puas
Demikian keutamaan Bulan Muharram, bulan yang mulia untuk umat Islam. Semoga di bulan ini kita bisa menjalankan banyak ibadah sunnah dan mendapatkan pahala tambahan untuk bekal di akhirat nanti.
Kontributor : Rio Rizalino
Tag
Berita Terkait
-
Di Antara Dingin, Doa, dan Cahaya Subuh Al-Aqsa
-
Potret Perempuan dalam Sejarah Islam: Membaca Kembali Ummahatul Mukminin
-
16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan Menurut SKB 3 Menteri
-
Suasana Mina Dipenuhi Jamaah Haji Seusai Lempar Jumrah
-
Menggemakan Syiar Transisi Energi dari Mimbar Rumah Ibadah
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Dorong Efisiensi Korporasi, Tata Kelola BUMN Berbasis GCG Tuai Apresiasi
-
Pascakecelakaan Maut Wonokitri, BB TNBTS Bongkar Ulang Standar Keamanan Jip Bromo
-
Detik-Detik Ban Elf Meledak di Tol Jomo: Mobil Oleng dan Terbalik, Satu Orang Alami Luka Berat
-
Gubernur Khofifah Tinjau PG Ngadirejo Milik PT SGN, Optimis Capai Target Swasembada Lebih Cepat
-
Dua Dekade Lumpur Sidoarjo: Ekosistem Sungai Porong yang Tercekik dan Ikan yang Terdeformasi