SuaraJatim.id - Dalam kehidupan sehari-hari, kita semakin tidak asing dengan istilah Barakallah. Kata itu sering kita dengar ketika berinteraksi dengan anggota pengajian atau organisasi Islam di masyarakat. Barakallah artinya apa?
Kata tersebut juga makin familiar seiring dengan meluasnya dakwah Islam di masyarakat, sehingga penggunaan Bahasa arab dalam keseharian sudah menjadi lumrah. Selain barakallah, kita juga sering mendengar kata jazakumullah dan yang lainnya.
Laman Bersamadakwah.net menulis, arti Barakallah adalah barakah Allah, atau berkah dari Allah. Sementara para ulama menjelaskan, arti barakah adalah bertambahnya kebaikan. Jika aa sesuatu yang menambah kebaikan dalam hidup kita, maka itulah barakah. Kata barakah pada akhirnya diserap dalam Bahasa Indonesia, yakni berkah.
Dalam literatur Islam, kata barakah banyak kita temui dalam Al Qur’an dan hadits. Salah satunya adalah sebagai berikut:
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.. (QS. Al A’raf: 96)
Penggunaan kata Barakallah yang benar
Meski sudah menjadi Bahasa yang umum dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, ternyata penggunaan kata tersebut tidak bisa sembarangan, sekalipun kita menggunakannya dengan tujuan untuk kebaikan seperti mendoakan orang lain. Jika salah dalam penggunaannya, maka arti dan maknanya pun bisa berubah. Ini kemudian bisa membingungkan kita dan lawan bicara kita.
Laman umma.id menulis, dalam Bahasa Arab, Barakallah terdiri ari dua kata baaraka dan Allah. Jika digabungkan, kata tersebut bermakna “Semoga Allah memberkahi. Namun ternyata penggunaan kata tersebut tidaklah cukup. Ketika mengucapkannya pada komunikasi sehari-hari, Barakallah biasanya diiringi dengan tambahan “fiika”, “fiiki” atau fiikum”, yang berarti kepadamu, baik untuk lawan bicara laki-laki, perempuan atau orang banyak sekalipun.
Baca Juga: Jangan Asal Pakai Baju dan Celana, Batasan Aurat Laki-laki Adalah...
Ungkaoan tersebut biasa diucapkan Nabi Muhammad, salah atunya yang terekam oleh hadits berikut:
sebagaimana terkutip di dalam sebuah perkataan Ibunda ‘Aisyah ra riwayat Imam An-Nasa’i yang berbunyi;
“Aku menghadiahkan seekor domba kepada Rasulullah SAW. Maka Beliau memerintahkan, “Bagi dua-lah domba tersebut (untuk disedekahkan)”. (Maka pembantu beliau pun mengirimkan daging domba tersebut,) Dan telah menjadi suatu kebiasaan bagi Bunda ‘Aisyah ra jika pembantunya telah pulang dari melakukan hal yang semisal itu, maka ia akan menanyakan, “Apa yang mereka katakan (setelah kita beri)?” Pelayanannya menjawab, “Baarakallaah Fiikum [semoga Allah memberkahi kalian]”. Maka ‘Aisyah pun mengatakan, “Wa Fiihim Baarakallaah [semoga Allah juga memberkahi mereka], kita telah membalas do’a mereka dengan do’a yang semisal dan tetap bagi kita pahala atas perbuatan baik yang telah kita lakukan (memberi hadiah daging domba)
Penggunaan kalimat di atas masih memiliki tambahan lagi, tergantung siapa lawan bicara kita, laki-laki atau perempuan. Sekalipun dibedakan menurut jenis kelamin, penggunaan kata Barakallah juga dibedakan menurut banyak atau sedikitnya lawan bicara kita.
Jika berbicara kepada laki-laki, maka setelah Barakallah dtambahkan lagi dengan “laka”. Dan jika berbicara dengan perempuan ditambak dengan “laki. Sementara untuk orang banyak ditambah “lakum” seperti ketika Nabi Muhammad mendoakan pasangan pengantin.
Kapan waktu menggunakan kata Barakallah?
Penggunaan kata Barakallah juga ada waktunya. Ini artinya, meski kata tersebut sudah umum, namun akan menjadi tepat jika digunakan dalam waktu-waktu sebagai berikut:
1. Ulang tahun
Ulang tahun adalah waktu yang telat untuk mendoakan seseorang dengan mengucapkan Barakallah. Mengenai ucapan ulang tahun ini, laman santripedia memerinci kembali penggunaan kata Barakallah, tergantung siapa lawan bicara kita.
a. Untuk Seorang Laki-laki
Barakallah fi umrika
Artinya, "Semoga Allah memberkahi usiamu (laki-laki)."
b. Untuk Seorang Perempuan
Barakallah fi umriki
Artinya, "Semoga Allah memberkahi usiamu (perempuan)."
c. Untuk 2 Orang (baik Laki-laki Maupun Perempuan)
Barrakallah fii umrikuma
Artinya, "Semoga Allah memberkahi usia kamu berdua."
d. Untuk Lelaki Banyak
Barakallah fi umrikum
Artinya, "Semoga Allah memberkahi usia kalian (laki-laki)."
e. Untuk Perempuan Banyak
Barakallah fi umrikunna
Artinya, "Semoga Allah memberkahi kalian (perempuan)."
2. Pernikahan
Momen pernikahan juga menjadi saat yang tepat untuk mengucapkan Barakallah kepada pasangan pengantin yang menikah. Kalimat Semoga Allah Memberkahi menjadi doa yang baik untuk pasangan tersebut.
3. Muallaf
Memberikan doa Barakallah kepada seseorang yang baru memeluk agama Islam juga menjadi sesuatu yang baik untuk dilakukan.
Sudah tahu kan, Barakallah artinya apa? Semoga pengetahuan kitab isa terus bertambah, sehingga memperkaya wawasan kita akan ke-Islaman.
Kontributor : Rio Rizalino
Tag
Berita Terkait
-
Kecewa Diskusi Buku 'Memburu Muhammad' Dibatalkan, Feby: Lagi-lagi Mesti Mengalah karena Ancaman
-
Viral Video Ustad Dasad Latif Sindir Keras Buku Islam Ala Prabowo: Penjilat Muka Tikus
-
Peluncuran Buku demi Pencitraan: Efektifkah di Tengah Krisis Kepercayaan?
-
Islam dan Lingkungan Hidup: Bumi Bukan Sekadar Tempat Tinggal
-
OKI Kutuk Serangan Bom Drone ke Makkah, Kota Suci Umat Islam
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp6,71 T
-
Courtesy Call dengan Konjen RI di Jeddah, Gubernur Jatim Dorong Penguatan Layanan Finansial bagi PMI
-
Ayah dan Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan Terlindas Truk Tangki di Ceweng Jombang
-
Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep
-
Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta