SuaraJatim.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melayangkan surat peringatan 3 (SP-3) kepada tiga bidan yang dianggap tidak melayani dengan baik pasien ibu hamil hingga berakibat bayi meninggal.
Tiga bidan meneria SP-3 itu, yakni dua bidan Puskesmas yang membuat pasien harus balik dua kali ke puskesmas dan seorang bidan lain bernama Putri asal Karangbong, Kecamatan Pajarakan.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Shodiq Tjahjono membenarkan SP-3 bagi tiga bidan yang bertugas, di wilayah Kecamatan Pajarakan tersebut. Surat peringatan itu diambil sesuai kebijakan dan peraturan yang berlaku.
"Selain memberikan surat peringatan, kami juga lakukan pembinaan kepada ketiganya," ujar Shodiq seperti diberitakan Jatimnet.com jejaring Suara.com.
Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Rika Apria menjelaskan, berdasar hasil klarifikasi bersama Dinkes, peristiwa meninggalnya bayi tersebut akibat kesalahan standar operasional prosedur (SOP).
"Hasil klarifikasi, Dinkes mengakui ada kesalahan SOP dan attitude (sikap) bidan yang bersangkutan," kata Rika.
"Kami sudah minta pihak Dinkes, untuk memberikan pembinaan kepada seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan kejadian ini, tidak terjadi lagi," tegasnya.
Terpisah, Sanito (56) ayah dari bayi yang dilahirkan meninggal mengungkapkan, dirinya belum bisa berkomentar panjang mengenai masalah tersebut. Sanito mengaku masih teringat, kepada almarhum anaknya yang meninggal di usia 7 bulan kandungan tersebut. Sedangkan istrinya Anisa, kini dirawat kembali di Puskesmas pajarakan.
Sanito berharap, pihak puskesmas bisa menanggung biaya perawatan istrinya hingga sehat kembali.
Baca Juga: Puluhan Pelajar SMP dan SMA di Kota Probolinggo Positif COVID-19 Dirawat di Isoter
"Semoga ada bantuan biaya perawatan, karena anak saya sudah meninggal, masak harus biaya lagi," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Raut kesedihan begitu terlihat dari wajah Sanito (46) dan Anisa (36), warga Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Itu karena, bayi buah cinta mereka yang ditunggu-tunggu selama sekian bulan akhirnya keluar dalam kondisi meninggal, lantaran tidak mendapatkan penanganan semestinya.
Peristiwa pahit itu bermula, sewaktu Anisa yang kondisinya hamil 7 bulan itu pada Kamis 3 Februari 2022, sekitar pukul 13.00 WIB mengeluh sakit di bagian perutnya. Khawatir terjadi apa-apa, Anisa kemudian dibawa ke bidan desa setempat, dibonceng naik motor oleh Tri salah seorang tetangga. Akan tetapi, oleh bidan desa Anisa disarankan agar periksa ke Puskesmas Pajarakan.
Ditemani Tri, Anisa bergegas menuju ke Puskesmas Pajarakan. Namun bukan penanganan yang diberikan, Anisa malah diminta kembali mengambil buku KIA. Usai kembali ke rumah, giliran Sanito yang menemani Anis kembali ke Puskesmas Pajarakan dengan mengendarai motor.
Akan tetapi, sampai puskesmas keduanya kembali disuruh pulang lagi oleh petugas, dengan alasannya sakit yang dialami Anisa belum terlalu parah. Sanito sempat bersikeras meminta petugas puskesmas, agar memberikan penanganan serius terhadap istrinya lantaran tak tega mendengar keluhan rasa sakitnya. Namun itu, tak membuahkan hasil.
Karena tak bisa berbuat banyak, Sanito akhirnya membawa kembali istrinya pulang. Namun setibanya di rumah, Anisa kemudian mengalami pendarahan. Karena panik, Sanito kembali ke Puskesmas Pajarakan untuk menanyakan kondisi yang dialami istrinya. Dan petugas pun, menyarankan agar dibawa ke puskesmas lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
-
Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem
-
Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya