SuaraJatim.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar sudah sejak jauh-jauh hari disebut-sebut akan maju dalam Pilpres 2024 nanti.
Ia bahkan telah membentuk tim khusus pemenangan dirinya. Kemarin misalnya, Minggu (20/02/2022), Ia telah mendeklarasikan diri maju sebagai capres di Jatim.
Ia mendeklarasikan dukungan kiai kampung di Pondok Pesantren Darul Aifin Kecamatan Bangsalsari. Ia mengingatkan para pendukungnya agar bekerja keras dalam pencalonan presiden meski unggul dalam survei di Jatim.
"Survei terakhir khusus Jawa Timur, Alhamdulillah, rating kita tertinggi dibanding yang lain. Khusus Jawa Timur, tapi tipis. Rong dino iso ambruk (dua hari bisa ambruk) kalau kita gak kerja," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.
Ia juga mengapresiasi komitmen para kiai di Jember yang telah bergerak mendukungnya. "Kalau tidak bergerak, surveinya akan drop. Kalau surveinya drop, peluangnya akan semakin mengecil," katanya menambahkan.
Menurut Muhaimin, ada tiga nama capres yang dominan di Jawa Timur. "Saya, Pak Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo," katanya menegaskan.
Muhaimin lantas bercerita asal-usul pencalonannya menjadi presiden. "Pada Ramadan tahun lalu, kiai-kiai muda kumpul di Jombang," ujarnya.
"Kira-kira pertengahan Ramadan, dipimpin Kiai Abdurrahman Kautsar, putra Kiai Huda Ploso, memanggil saya ke Jombang," katanya menegaskan.
Para kiai itu mengevaluasi kekuatan politik, prestasi, dan kekurangan politik NU dalam 20 tahun terakhir.
Baca Juga: Menuju 2024, Muhaimin Iskandar: Kalau Nggak Ada Geliat Kenaikan, Ya Saya Malu Sama Pak Jokowi
"Karena reformasi hadir menjadi kenyataan, demokrasi hadir menjadi fakta sejarah bangsa Indonesia, karena NU juga, dan NU memiliki peran yang sangat kuat dan besar dalam mewarnai dan menentukan kepemimpinan pusat sampai daerah,” kata Muhaimin.
Mereka juga mengevaluasi tantangan dan peluang pada tahun politik 2024. "Termasuk menghitung prestasi apa yang sudah diperbuat keluarga besar NU dalam ruang-ruang kebijakan dan keputusan publik," kata Muhaimin.
Hasilnya, selama masa reformasi, NU berperan besar dalam bidang pendidikan, terutama dalam kewajiban alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan yang dituangkan dalam Undang-Undang Dasar. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan, kader NU harus menjadi presiden agar bisa melanjutkan perjuangan untuk umat.
"Kalau tidak jadi presiden, tidak akan bisa mem-finishing ini menjadi fakta kekuatan anggaran dan seluruh kebutuhan pendidikan bangsa dan nasional khususnya pesantren. Kecuali presidennya dari NU," kata Muhaimin menegaskan.
Berita Terkait
-
Menuju 2024, Muhaimin Iskandar: Kalau Nggak Ada Geliat Kenaikan, Ya Saya Malu Sama Pak Jokowi
-
RI Negara Maritim, Gus Muhaimin Dorong Pemerintah Optimalkan SDM Kelautan
-
Muhaimin Ngaku Bolak Balik Ditanya Jokowi Soal Rencananya Nyapres Di 2024: Kalau Tak Ada Geliat Kenaikan Saya Malu
-
Komunitas dan Milenial Brebes Mantap Dukung Gus Muhaimin, Dinilai Banyak Beri Inspirasi
-
Generasi Milenial Melek Politik, Kawula Muda Banyumas Dukung Gus Muhaimin Maju Capres 2024
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Ekonomi Tumbuh Inklusif 6% YoY, Gubernur Khofifah: Upaya Konsisten Akselerasi Perekonomian Jatim
-
Westlife Sajikan Konser Lintas Generasi di Surabaya
-
Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang, Prabowo Tegaskan NU Pilar Persatuan Indonesia
-
Penyaluran Rumah Subsidi Melonjak, BRI Optimistis Dukung Program Perumahan Nasional
-
5 Risiko Pakaian Bekas, Ini Peringatan Dokter Penyakit Kulit