SuaraJatim.id - Kampung Pandean gang III Surabaya dipenuhi ribuan kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Senin (6/6/2022) yang memperingati hari lahir Soekarno.
Para kader dan simpatisan partai berlambang Kepala Banteng ini mengadakan tasyakuran di depan rumah tempat lahir Sang Proklamator.
Dalam acara tersebut, hadir Ketua DPP PDI P Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH dan Whisnu Sakti, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
"Ini pesta rakyat dengan tumpengan bersama-sama. Jadi seluruh PAC itu menyumbang tumpeng sendiri. Inilah bentuk dari kita mewarisi apinya bung karno dalam bentuk gotong royong. Tadi kita juga mengadakan festival masakan berdasarkan resep warisan Bung Karno (mustika rasa), yang kemudian dinikmati oleh warga kampung yang dimasak oleh orang-orang di Kampung Peneleh," kata Djarot.
Pria yang pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta ini juga berharap agar warga di berbagai daerah juga menggelar aksi serupa.
"Jadi inilah bentuk kado kegembiraan kita, sekaligus kita berdoa dan bersyukur pada Tuhan bahwa bung karno dilahirkan di Surabaya yg ke 121. Kita berharap, harusnya di bulan Bung Karno ini seluruh daerah juga mengadakan. Bung Karno ini bukan hanya milik Indonesia, tapi milik partai juga. Jadi harus kita syukuri," terangnya.
Selain itu, Djarot juga mendorong pembenaran soal sejarah, yang lebih utama adalah tempat lahirnya Presiden Pertama Indonesia ini.
"Dan kick off disini karena ada penyimpangan sejarah yang terjadi selama ini, bahwa Bung Karno itu ditulis dalam cerita itu lahir di Blitar. Bung Karno lahir di Surabaya. Nah ini salah satu pelurusan sejarah, supaya anak-anak muda tahu bahwa bung karno itu arek Suroboyo," ucapnya.
Djarot mengapresiasi kepedulian pemerintah Surabaya yang menjadikan rumah tempat lahir Bung Karno ditetapkan sebagai cagar budaya sekaligus jadi museum.
Baca Juga: Kisah Macan Putih di Jejak Ir Soekarno di Kota Cimahi
"Rumah Bung Karno ini menjadi semacam mini museum dimana bung karno pernah dilahirkan di sini dan sekarang diinovasikan menjadi cagar budaya yang bisa dikunjungi seluruh masyarakat, terutama para pelajar,"
"Kemudian Pak Wali juga bisa mendesain, ada Pak Armuji untuk wisata sejarah bisa juga ke rumah Tjokroaminoto, sebagai guru bahasa dimana para tokoh bangsa itu mondok dan belajar di mbah tjokro dan masuk dalam organisasi serikat islam," imbuh Djarot.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga berkeinginan segera merealisasikan Kampung Peneleh, termasuk Pandean, menjadi kampung wisata sejarah.
"Sejarah ini kita gabungkan dengan Tjokroaminoto. Karena Pak Karno dulu pernah belajar ke Tjokroaminoto. Soalnya kampung pandean dan kampung peneleh itu menjadi kampung sejarah sebenarnya. Banyak pahlawan-pahlawan dari sini, jadi kita jadikan satu menjadi wisata sejarah.
Untuk targetnya sendiri, Wali Kota Eri akan segera merealisasikan secepatnya. "10 november insyaallah," tandasnya.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Jejak Soekarno di Banten, Datang ke Bayah Lebak Bakar Semangat Romusha
-
Kisah Penculikan Soekarno-Hatta yang Dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok, Ternyata Begini Kronologisnya
-
Jejak Orang-orang Kecil di Sekitar Hidup Soekarno: Mengibarkan Merah Putih hingga Sajian Kuluban Kacang Gleyor
-
Mengenal Raja Jawa Tanpa Mahkota yang Lahirkan Soekarno, Semaun hingga Kartosuwiryo
-
Kisah Macan Putih di Jejak Ir Soekarno di Kota Cimahi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla TNBTS Meluas, Kondisi Habitat Satwa Endemik Terancam
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Bernardo Tavares Puji Mental Baja Pemain Persebaya