SuaraJatim.id - Gempa bumi berkekuatan 4.8 skala richter mengguncang Selatan Jatim dini hari tadi, Rabu (21/12/2022) dini hari tadi sekitar pukul 01.05 WIB.
Gempa ini berpusat di laut, 84 kilo meter di Barat Daya Kabupaten Malang. Gempa berada di dasar laut, di kedalaman 27 kilo meter. Gempa ini terasa sampai kawasan Malang Raya, Trengalek dan Lumajang.
Ini merupakan gempa yang ke sekian kalinya terjadi di dasar laut Selatan Jatim setelah beberapa waktu lalu berkekuatan 6 skala richter juga mengguncang kawasan itu.
Kabar gempa ini ramai dibagikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di akun Twitternya @BMKG.
"Pusat gempa berada di laut 84 km Barat Daya Kabupaten Malang," demikian bunyi pengumuman BMKG.
Di Twitter, kabar gempa ini ramai dicuitkan warganet terutama yang tinggal di daerah selatan Jatim. Seperti disampaikan akun @nrds***, yang mengaku mendengar suara getaran sebelum gempa.
"Sebelum ada gempa kaya ada suara getaran dari jauh kirain bakalan ada truk lewat eh trnyata," cuitnya.
"Nah iya, ak kira suara truk lewat. Karena emang rumahku deket sama jalan raya yg setiap harinya dilewati kontainer besar," tulis akun @Wulanssi2***.
Ancaman gempa di laut selatan memang sudah sejak lama diperingatkan BMKG. Ancaman megathrust yang belum bisa dipastikan kemunculannya itu berpotensi memicu tsunami besar.
Baca Juga: Dini Hari Tadi Gempa Bumi Guncang Malang dan Selatan Jatim Lagi
Oleh sebab itu warga diminta tetap waspada dan berhati-hati. Terutama masyarakat di tinggal di pesisir selatan Jatim, termasuk Jember, Banyuwangi, Malang sampai Trenggalek.
Namun demikian, warga tak perlu panik dan tetap mengedepankan mitigasi yang baik untuk mengantisipasinya. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono.
"Ancaman megathrust di selatan Jatim ada, itu adalah sebuah ancaman yang nyata," kata Rahmat beberapa waktu silam di Banyuwangi.
Berita Terkait
-
Dini Hari Tadi Gempa Bumi Guncang Malang dan Selatan Jatim Lagi
-
Kabupaten Malang Diguncang Gempa M 4.8 Dini Hari, Terasa Hingga Lumajang
-
Detik Terakhir Pencarian Sisa Korban Longsor Gempa Cianjur Terus Dilakukan, Korban Tewas Tembus 600 Jiwa
-
UMK Malang 2023 Naik Rp200 Ribu, Totalnya Jadi Segini
-
Akademi Arema FC Kenalkan Sepak Bola dengan Riang Gembira kepada Anak-anak
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
BRI Luncurkan Fitur Tebus Gadai di BRImo, Promo 10% Sampai Juni 2026
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget
-
Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB