-
Identifikasi awal pastikan kerangka manusia di Sampang berjenis kelamin laki-laki.
-
Usia korban diperkirakan 19 hingga 34 tahun.
-
Penyebab kematian belum dapat dipastikan.
SuaraJatim.id - Kerangka mayat di Sampang akhirnya menemui titik terang setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim) mengumumkan hasil identifikasi awal terhadap temuan tulang belulang manusia misterius.
Kerangka tersebut sebelumnya dievakuasi dan diperiksa di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang pada Rabu (21/1/2026). Berdasarkan pemeriksaan medis forensik, kerangka mayat di Sampang dipastikan berasal dari satu individu berjenis kelamin laki-laki.
Proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan DVI Polda Jatim, Inafis Polres Sampang, serta dokter forensik yang menangani langsung analisis kerangka tersebut.
Berikut fakta-faktanya.
1. Jenis Kelamin dan Usia Korban Terungkap
Tim forensik mengungkap bahwa kerangka mayat di Sampang merupakan pria dengan estimasi usia produktif. Hasil analisis menyebutkan korban diperkirakan berusia antara 19 hingga 34 tahun saat meninggal dunia.
Selain usia, tim juga berhasil mengidentifikasi tinggi badan korban. Dari pengukuran tulang, korban diperkirakan memiliki tinggi sekitar 163 hingga 173 sentimeter, yang diharapkan dapat membantu proses pencocokan data orang hilang.
2. Perkiraan Waktu Kematian Korban
Dari hasil pemeriksaan lanjutan, kerangka mayat di Sampang diperkirakan telah meninggal dunia dalam rentang waktu cukup lama. Tim forensik menyebut kematian korban kemungkinan terjadi antara tahun 2023 hingga 2025.
Kondisi tulang menunjukkan proses dekomposisi telah berlangsung signifikan sebelum akhirnya ditemukan. Hal ini menjadi dasar perkiraan waktu kematian yang disampaikan secara resmi oleh tim DVI Polda Jawa Timur.
3. Belum Ada Tanda Kekerasan
Pemeriksaan awal terhadap kerangka mayat di Sampang tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada struktur tulang korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan.
Tim dokter menegaskan keterbatasan pemeriksaan karena hanya mengandalkan kerangka tulang. Pendalaman lanjutan masih diperlukan untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.
Sementara itu, Humas RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Amin Jakfar Sadiq, membenarkan pihak rumah sakit telah memfasilitasi pemeriksaan kerangka tersebut. “Kami menunggu hasil lengkap dari tim DVI Polda Jawa Timur,” ujarnya, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (23/1/2026).
Seluruh informasi lanjutan terkait kerangka mayat di Sampang sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian.
Berita Terkait
-
Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas
-
Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Sejumlah Rekening Tempat Penampungan Uang Setoran
-
Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD
-
Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!
-
Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Komplotan Curanmor di Surabaya Gunakan Kode Siulan Saat Beraksi, Tiga Residivis Ditangkap
-
Terjerat Dugaan Pungli, Oknum Lurah di Surabaya Dicopot Jadi Staf Perpustakaan
-
Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal
-
Berniat Bongkar Dinding, Kakek 69 Tahun di Magetan Tewas Tertimpa Tembok Rumah Tua
-
BRI Perkuat Sport Tourism Indonesia lewat Dukungan untuk MotoGP 2026