SuaraJatim.id - BRI Group terus mendukung program Asta Cita Pemerintah serta target 3 Juta Rumah melalui ekosistem pembiayaan perumahan dan penguatan ekonomi rakyat. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembiayaan perumahan berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai fasilitas kredit modal kerja bersubsidi dari pemerintah. Melalui inisiatif tersebut, BRI Group memperluas akses hunian layak sekaligus memperkuat pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan sinergi antarlembaga bertajuk “Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” yang digelar di Sumedang pada Jumat (13/2). Dalam kebijakan terbarunya, BRI Group mengumumkan penurunan suku bunga pembiayaan PNM Mekaar hingga 5%. Selain itu, turut dilaksanakan penyerahan simbolis pembiayaan FLPP dan KPP sebagai bagian dari penguatan ekosistem perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Acara ini sendiri dihadiri oleh Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, dan Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta diikuti sekitar 700 nasabah mikro, termasuk penerima pembiayaan PNM Mekaar, FLPP, dan KPP.
Pada momentum tersebut, BRI berupaya memperkuat ekosistem ekonomi rakyat melalui serangkaian langkah strategis. Terbaru, BRI Group melalui PNM sebagai Holding Ultra Mikro, mengambil langkah bersejarah dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), layanan pembiayaan kelompok bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang sebelumnya tidak pernah berubah diturunkan hingga 5% dari biaya bunga sebelumnya.
“Di hari yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan satu kabar yang istimewa terkait pinjaman Mekaar ini. Kami dari BRI Group mengambil sebuah langkah bersejarah, untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang selama ini tidak pernah berubah kami turunkan hingga 5% dari biaya bunga sebelumnya. Kebijakan ini akan secara langsung menurunkan besaran angsuran yang dibayarkan nasabah, sehingga memberikan ruang yang lebih lega bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya,” ujar Riko.
Lebih dari sekadar kebijakan pembiayaan, Riko menyebut langkah ini merupakan keberpihakan nyata kepada para perempuan wirausaha ultra mikro di seluruh Indonesia. BRI Group ingin memastikan bahwa mereka dapat mengakses pembiayaan formal yang semakin terjangkau, berkelanjutan, serta mampu menjadi jembatan untuk naik kelas sehingga dapat memperkuat usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pada saat yang sama, inisiatif ini juga memperkuat perlindungan nasabah dari praktik kredit informal yang merugikan, termasuk maraknya pinjaman online dengan bunga tinggi yang berpotensi membebani masyarakat kecil.
Langkah yang ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta pada Jumat (13/2/2026). Presiden menegaskan bahwa penerapan konsep Indonesia Incorporated menjadi strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan menekankan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha besar, menengah, dan kecil.
“Saya namakan strategi saya adalah Indonesia Incorporated. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, yang kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju tarik yang kurang kuat. Yang kuat tarik yang lemah,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa konsep Indonesia Incorporated bertujuan membangun fondasi ekonomi nasional yang saling menopang, sehingga pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok, melainkan merata ke seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Komitmen Nyata Membangun Desa, BRI Dapat Anugerah dalam Hari Desa Nasional 2026
Selanjutnya, BRI pun terus mengambil peran aktif dalam memperkuat ekonomi nasional. Sebagai mitra strategis pemerintah, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, di antaranya melalui skema akses hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP).
Adapun, pada 2025, kuota FLPP BRI ditingkatkan dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit atau tumbuh hampir 100% secara tahunan (YoY). Hingga 11 Februari 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 3.174 unit rumah. Capaian ini menempatkan BRI sebagai salah satu bank dengan penyaluran FLPP tertinggi di antara perbankan nasional.
BRI juga memperkuat pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP). Skema ini merupakan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja dari subsidi pemerintah yang ditujukan guna menggerakkan roda ekonomi dan aktivitas UMKM dari sisi supply and demand, khususnya di sektor bahan bangunan dan konstruksi, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Tercatat, pada 2026, BRI telah menyerap kuota KPP sebesar Rp2,30 triliun yang disalurkan kepada 17.443 debitur, atau mencapai 28,75 % dari target penyaluran Rp8 triliun tahun ini. Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan penyaluran KPP tertinggi, dengan kontribusi sekitar 52,2% dari total penyaluran nasional.
Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus menjadi enabler pembangunan dalam memperkuat ekonomi masyarakat Indonesia. ”Mengingat backlog kepemilikan rumah yang masih mencapai 32,3 juta menjadi tantangan bersama yang perlu ditangani secara kolaboratif. Oleh karena itu, BRI terus memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengintegrasikannya dengan penguatan ekonomi keluarga agar kesejahteraan masyarakat dapat terjaga dalam jangka panjang,” ucap Riko.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi keberpihakan BRI terhadap masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa kepemilikan rumah harus diiringi dengan dukungan akses pembiayaan yang terjangkau agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk berkembang secara ekonomi. Maruarar secara khusus menyoroti langkah BRI Group dalam menurunkan suku bunga PNM Mekaar yang menyasar kelompok ultra mikro, terutama pelaku usaha ultra mikro.
“Terima kasih BRI. Presiden Prabowo tentu sangat senang, karena dia menginginkan setiap kebijakan benar-benar berbuah baik bagi rakyat. Terlebih, penurunan suku bunga dari BRI Group ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat. Dengan bunga yang lebih ringan, keluarga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup, menjalankan usaha, dan menjaga ketahanan ekonomi jangka panjang,” ujar Maruarar. ***
Berita Terkait
-
Bayar TransJakarta Kini lebih Mudah Berkat Fitur QRIS Tap dari BRImo
-
BRI dan Asta Cita: Kontribusi 49% dari Rp3,547 T Pembiayaan Rumah
-
Penyaluran Rumah Subsidi Melonjak, BRI Optimistis Dukung Program Perumahan Nasional
-
CSR BRI Peduli Wujudkan Bersih-Bersih Pantai di Bali untuk Lingkungan Berkelanjutan
-
Menteri PKP Apresiasi BRI Atas Peran Strategis Fasilitasi KPR Subsidi
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya
-
JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?
-
Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk
-
Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut
-
Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi