Riki Chandra
Jum'at, 27 Februari 2026 | 19:42 WIB
Ilustrasi tawuran (Antara)
Baca 10 detik
  • Sahur patrol di Gresik berubah jadi tawuran berdarah.
  • Dua pemuda Campurejo alami luka bacok serius.
  • Polisi buru pelaku, situasi lokasi kini kondusif.

SuaraJatim.id - Tragedi berdarah terjadi di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), Jumat (27/2/2026) dini hari. Dua pemuda terluka dalam insiden tawuran yang berujung pembacokan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat para pemuda Desa Campurejo menggelar sahur patrol. Suasana awalnya berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Namun, kondisi berubah ketika terjadi aksi saling lempar bom air antara pemuda Campurejo dan pemuda Desa Banyutengah.

Ketegangan semakin meningkat saat kelompok pemuda Campurejo memilih mundur dari lokasi. Diduga, sejumlah kata-kata kasar terlontar dan memicu emosi kelompok pemuda Banyutengah. Situasi yang sudah memanas itu kemudian berujung pada aksi saling datangi antar kelompok.

Tak terima dengan ucapan yang dianggap menyinggung, sekelompok pemuda Banyutengah mendatangi para pemuda Campurejo yang berada di depan sebuah biliar dan kafe di Desa Campurejo.

Keributan pun tak terhindarkan. Dalam suasana kacau tersebut, seseorang secara tiba-tiba melakukan aksi pembacokan terhadap dua pemuda setempat.

Dua korban yang mengalami luka akibat kejadian itu masing-masing M. Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24), keduanya warga Desa Campurejo.

Wahyu Agung Pratama langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara M. Ruhul Madani menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Kapolsek Panceng, AKP Khairul Alam, membenarkan adanya insiden tawuran yang berujung pembacokan tersebut. Menurutnya, kondisi korban saat ini berangsur membaik. “Korban perlahan sudah sadar dan bisa diajak ngomong,” ujarnya, dikutip dari BeritaJatim.

Pihak kepolisian memastikan lokasi kejadian telah kondusif. Proses penyelidikan dan penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku pembacokan serta mendalami motif kejadian.

“Satu orang korban yang saat ini masih dirawat,” imbuh AKP Khairul.

Hingga kini, aparat masih memburu pelaku pembacokan dalam kasus Tawuran Sahur Patrol di Gresik tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu yang belum tentu benar.

Load More