- Polisi sita 46 lembar uang palsu Rp 100 ribu.
- Tersangka beli uang palsu Rp 5 juta seharga Rp 1,5 juta.
- Polres Magetan dalami kemungkinan jaringan peredaran uang palsu.
SuaraJatim.id - Kasus uang palsu Rp 100 ribu kembali terungkap di wilayah hukum Polres Magetan, Jawa Timur (Jatim). Seorang pria asal Bojonegoro berinisial ST alias LEO diamankan setelah diduga mengedarkan uang palsu Rp 100 ribu dengan total puluhan lembar.
Dari tangan tersangka, polisi menyita 46 lembar pecahan Rp 100 ribu yang diduga tidak asli. Kasus ini terungkap dari pengembangan perkara dugaan tindak pidana penggelapan yang tengah ditangani jajaran Polres Magetan.
Saat proses penyelidikan berlangsung, petugas melakukan penggeledahan terhadap tersangka dan menemukan uang tunai yang dicurigai sebagai uang palsu Rp 100 ribu.
Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menjelaskan, temuan tersebut didapat saat anggota melakukan pengembangan kasus.
“Dalam proses pengembangan kasus penggelapan, anggota melakukan penggeledahan terhadap tersangka. Dari hasil penggeledahan ditemukan uang yang diduga palsu sebesar Rp4.600.000 dalam pecahan Rp100 ribu,” ujarnya, dikutip dari BeritaJatim, Sabtu (28/2/2026).
Dari total Rp 4,6 juta tersebut, polisi mengamankan 46 lembar pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu. Sementara itu, berdasarkan pengakuan ST, ia memperoleh uang tersebut dengan cara membeli dari seseorang bernama Didik di Tuban seharga Rp1,5 juta.
Dari transaksi tersebut, tersangka mengaku mendapatkan uang palsu senilai Rp5 juta atau sebanyak 50 lembar pecahan Rp100 ribu. Namun, sebagian uang itu telah dibelanjakan.
Tersangka juga mengaku telah membelanjakan Rp 400 ribu di wilayah hukum Polres Bojonegoro. Penangkapan terhadap ST dilakukan di wilayah Bojonegoro sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres Magetan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Satreskrim Polres Magetan saat ini masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain dalam peredaran uang palsu tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan Polres Bojonegoro mengingat lokasi peredaran dan penemuan barang bukti berada di wilayah tersebut.
“Kami terus mendalami asal-usul uang palsu ini dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Koordinasi dengan Polres Bojonegoro masih berjalan,” tegas Kapolres.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan transaksi tunai dengan menerapkan prinsip 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Jika menemukan atau mencurigai uang palsu Rp100 ribu, masyarakat diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat.
Polres Magetan memastikan akan menindak tegas setiap tindak pidana, termasuk peredaran uang palsu Rp100 ribu, guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.
Berita Terkait
-
Babat Habis Hutan Demi Lahan Pertanian, Warga Bojonegoro Bersiap Hadapi Bencana?
-
Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?
-
Serahkan Bukti ke Polisi, Pengacara Beberkan Kronologi Temuan 340 Ribu Dolar Singapura
-
Drama Villains, Manipulasi Psikopat dan Konspirasi Peredaran Uang Palsu
-
Modal Rp1 Miliar, Sindikat Upal di Serpong Cetak Uang Palsu Rp36 Miliar Buat Tipu Bank
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026