- Gunung Semeru erupsi 12 kali dalam enam jam.
- Status Siaga Level III masih diberlakukan PVMBG.
- Total 419 letusan tercatat awal 2026.
SuaraJatim.id - Aktivitas Gunung Semeru kembali menjadi sorotan setelah tercatat mengalami 12 kali gempa letusan dalam enam jam terakhir pada Rabu (4/3/2026).
Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, aktivitas terekam pada periode pukul 00.00-06.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, Gunung Semeru mengalami 12 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-19 mm dan lama gempa 58-99 detik.
"Pada pengamatan Rabu pukul 00.00-06.00 WIB terpantau Gunung Semeru mengalami 12 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-19 mm, dan lama gempa 58-99 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian.
Selain gempa letusan, aktivitas kegempaan lainnya juga tercatat. Terdapat satu kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 40 detik.
Kemudian, 13 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-7 mm dan lama gempa 46-61 detik. Tak hanya itu, satu kali gempa tektonik jauh juga terpantau dengan amplitudo 16 mm, S-P 14 detik dan lama gempa 39 detik.
"Untuk pengamatan secara visual, Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur laut," tuturnya.
Data aktivitas vulkanik menunjukkan intensitas letusan yang tinggi. Sejak 1 Januari hingga 3 Februari 2026, jumlah erupsi Gunung Semeru tercatat sebanyak 419 kali.
Angka itu menjadi yang tertinggi dibandingkan gunung lain dengan status siaga, seperti Gunung Merapi yang belum terekam mengalami erupsi, serta Gunung Ibu yang berstatus waspada dengan 358 kali letusan pada periode sama.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 4 Maret 2026, pukul 08.40 WIB dengan visual letusan tidak teramati. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 147 detik," katanya.
Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai lainnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Kronologi Sadis Suami Siri di Madiun Bunuh dan Giling Jasad Ibu-Anak Asal Bogor Lalu Dibakar
-
Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain
-
Geledah BPN Jatim, KPK Temukan Sejumlah Rekening Tempat Penampungan Uang Setoran
-
Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD
-
Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek
-
Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut
-
Terbongkar! Kelangkaan BBM di Jatim Ternyata Ulah Mafia: Negara Boncos Rp35 M, Pelaku Dijerat TPPU