Fabiola Febrinastri
Jum'at, 25 September 2026 | 11:18 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa courtesy call dengan Konsul Jenderal RI di Jeddah, Sugiri Suparwan, Arab Saudi, Kamis (24/9/2026). (Dok: Pemprov Jatim)

Sementara untuk bidang pendidikan, Khofifah menegaskan bahwa pendidikan merupakan cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan. Melalui program Afirmasi Pendidikan (ADEM) Diaspora, tahun ini Pemprov Jatim menerima 129 anak PMI dari lima titik, yakni Jeddah, Riyadh, Kuala Lumpur, Johor, dan Sarawak, untuk melanjutkan pendidikan di Jawa Timur.

"Kerja sama internasional harus membawa manfaat nyata bagi daerah, mulai dari pembukaan pasar ekspor, penguatan layanan bagi pekerja migran, hingga akses pendidikan bagi putra-putri mereka. Sinergi dengan perwakilan kita di luar negeri adalah jembatan untuk menghadirkan harapan baru bagi masyarakat," tutur Khofifah.

Sementara itu, Konjen RI Jeddah Sugiri Suparwan menyambut baik kunjungan delegasi Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Arab Saudi sangat erat, namun kerja sama perdagangan dan investasinya masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan. Setiap tahun, sekitar dua juta jemaah umrah dan lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia datang ke Tanah Suci, sehingga menjadi potensi pasar yang sangat besar bagi produk dalam negeri.

KJRI Jeddah menyatakan siap menjembatani pelaku usaha Jawa Timur dengan mitra di Arab Saudi. Konjen menyarankan penjajakan kemitraan dengan BPKH Limited, anak usaha Badan Pengelola Keuangan Haji yang telah memiliki izin usaha di Arab Saudi. Ia juga menyampaikan peluang mempertemukan eksportir tuna Jawa Timur dengan importir pangan besar Arab Saudi yang berencana mengirim tim ke Indonesia pada pertengahan Oktober mendatang.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa courtesy call dengan Konsul Jenderal RI di Jeddah, Sugiri Suparwan, Arab Saudi, Kamis (24/9/2026).(Dok: Pemprov Jatim)

Terkait layanan keuangan, KJRI mendorong Bank Jatim menjajaki kerja sama dengan perbankan nasional yang tengah menyiapkan operasional di Arab Saudi, guna mendukung layanan remitansi pekerja migran maupun transaksi jemaah asal Jawa Timur. KJRI juga siap memfasilitasi sosialisasi layanan tersebut kepada PMI di Arab Saudi.

Konjen turut menyampaikan apresiasi atas program ADEM Diaspora, yang dinilai sangat membantu anak-anak keluarga Indonesia di Arab Saudi yang memiliki keterbatasan akses pendidikan. KJRI juga mendorong pemanfaatan beasiswa Pemerintah Arab Saudi yang masih tersedia bagi pelajar Indonesia, termasuk di King Fahd University of Petroleum and Minerals, sebagai peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia Jawa Timur.

Sebagai tindak lanjut, KJRI Jeddah mendorong Jawa Timur hadir dengan paviliun tersendiri pada Trade Expo Indonesia, 14 Oktober mendatang. Dalam ajang tersebut, KJRI akan menghadirkan puluhan pengusaha Arab Saudi untuk bertemu langsung dengan pelaku usaha Indonesia.

"KJRI siap menjadi mitra Jawa Timur di Arab Saudi, baik untuk komunikasi, pendampingan, maupun mempertemukan pelaku usaha. Kami berharap tindak lanjut kunjungan ini dapat berjalan konsisten sehingga menghasilkan kerja sama yang konkret," pungkasnya.

Kunjungan ditutup dengan penyerahan cenderamata lambang Surya Majapahit dari Gubernur Khofifah kepada Konjen RI di Jeddah. Cenderamata tersebut menjadi simbol penguatan sinergi dan kemitraan Jawa Timur dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi dalam membuka lebih banyak peluang bagi daerah di kancah global. ***

Baca Juga: Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim-Singapura di Bidang Investasi dan SDM

Load More