Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar
Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:02 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kolaborasi dengan Rahmat International Wildlife Museum and Gallery. (Dok: Pemprov Jatim)

Ia menjelaskan, museumnya memiliki sekitar 2.600 jenis satwa yang diawetkan dari berbagai belahan dunia yang dikoleksi dan ditata sebagai sarana edukasi sekaligus untuk menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi.

Tun Rahmat Shah menambahkan, sebagian pengetahuannya mengenai pengelolaan satwa dan kegiatan berburu konservasi diperoleh dari pengalaman di sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman. Kegiatan yang dimaksud memiliki aturan dan tata cara yang harus dipatuhi dengan tetap memperhatikan aspek konservasi.

“Sebagian saya belajar berburu di Kanada, Amerika, Jerman dan negara lainnya. Tapi tentu dengan rules yang harus kita patuhi,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya pernah dipercaya sebagai pemburu konservasi dan menerima sejumlah penghargaan atas kiprahnya di bidang tersebut. Pengalaman yang ia miliki ini dapat menjadi bagian dari upaya memahami satwa dan lingkungan sekaligus membangun kepedulian terhadap keberlangsungan alam.

“Ini untuk menjadi contoh bahwa banyak orang hebat memulai dari nol. Yang penting tidak melanggar undang-undang negara dan agama. Insyaallah, kita akan berhasil,” katanya.

Tun Rahmat Shah juga menekankan pentingnya kolaborasi dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Semangat tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari kiprahnya di ISMI yang mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari dunia pendidikan hingga kepala daerah.

“Berbuat kebaikan, sekecil apa pun, pasti ada manfaatnya. Kita tanam padi, nanti yang tumbuh bukan hanya satu, tetapi ada banyak manfaat yang bisa kita rasakan,” pungkasnya. ***

Load More