Wakos Reza Gautama
Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:17 WIB
Aparat kepolisian mengangkut barang bukti tabung LPG berkapasitas 50 kilogram yang diambil dari bagian belakang dapur ruko N 162, Pakuwon City, Surabaya, lokasi yang diduga menjadi titik awal ledakan, Selasa (6/10/2026). [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Tim gabungan kepolisian menyelidiki titik nol ledakan di dapur ruko San Antonio Surabaya pada Selasa, 6 Oktober 2026.
  • Petugas mengamankan barang bukti berupa tabung gas elpiji 50 kilogram beserta instalasinya untuk diuji oleh laboratorium forensik.
  • Insiden tersebut menyebabkan lima orang korban luka-luka serta menimbulkan kerusakan parah pada puluhan bangunan dan beberapa kendaraan.

SuaraJatim.id - Teka-teki ledakan dahsyat yang mengguncang kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, mulai menemukan titik terang.

Tim gabungan forensik dan reserse kepolisian kini memusatkan penyelidikan di titik nol ledakan yakni area dapur belakang Ruko N 162.

Dari puing-puing bangunan tersebut, petugas mengeluarkan sejumlah barang bukti kunci, salah satunya satu tabung gas elpiji berkapasitas 50 kilogram.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) maraton ini melibatkan tim lintas satuan, mulai dari Ditreskrimum Polda Jatim, Satreskrim Polrestabes Surabaya, Unit Inafis, hingga Bidang Laboratorium Forensik (Ditlabfor) Polda Jatim, dengan dukungan Damkar dan BPBD.

Kasiden Ditreskrim Polda Jatim, Kompol Sukris Trigartono, mengungkapkan bahwa tabung elpiji jumbo tersebut ditemukan di bagian belakang dapur ruko kuliner tersebut bersama rangkaian perangkat pendukungnya.

"Barang bukti sementara yang kami amankan adalah tabung gas LPG volume 50 kilogram, selang penghubung yang masih terpasang pada instalasi, beberapa unit kompor gas satu tungku, kipas angin, serta sejumlah barang elektronik lainnya," beber Sukris di lokasi kejadian, Selasa (6/10/2026).

Kendati tabung gas berukuran raksasa dan instalasinya telah disita, penyidik enggan tergesa-gesa menyimpulkan sumber pasti sulutan ledakan.

Sukris menegaskan bahwa seluruh barang bukti kini harus melewati serangkaian uji laboratorium forensik guna membedah anomali teknis, apakah terjadi kebocoran regulator, retakan pada selang, atau adanya percikan api dari perangkat kelistrikan di sekitar dapur.

Polisi juga belum dapat memastikan apakah saat insiden terjadi sedang berlangsung aktivitas memasak aktif oleh pekerja dapur.

Baca Juga: Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar

"Kami belum bisa menyimpulkan secara dini. Semua barang bukti masih dalam proses analisa mendalam oleh tim Ditlabfor Polda Jatim. Perlu pembuktian ilmiah untuk memastikan rangkaian peristiwanya," tegas Sukris.

Selain menggeledah Ruko N 162, penyisiran TKP juga diperluas ke deretan unit ruko di sekitarnya serta rumah-rumah tapak di blok belakang yang terdampak gelombang kejut (shockwave).

Berdasarkan data terkini, lima orang korban luka telah dievakuasi dan menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda di Surabaya.

Sementara itu, kerugian materiil terbilang masif dengan puluhan ruko mengalami pecah kaca fasad, serta sedikitnya tiga mobil dan belasan motor ringsek tertimpa serpihan beton.

Uji balistik dan kimia forensik terhadap tabung elpiji 50 kilogram di meja Ditlabfor kini menjadi kunci utama penentu apakah ledakan ini murni kecelakaan teknis atau ada unsur kelalaian fatal terkait standar keamanan operasional tempat usaha.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More