- BPBD Magetan mencatat 36 kejadian karhutla mendominasi bencana pada September 2026 di daerah tersebut.
- Musibah kemarau panjang itu menghanguskan total 52 hektare lahan perkebunan dan kawasan hutan di Magetan.
- BPBD bersama instansi terkait meningkatkan patroli terpadu dan sosialisasi untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan.
SuaraJatim.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sebanyak 36 kali sepanjang September 2026. Kebakaran yang terjadi saat puncak musim kemarau itu berdampak pada sekitar 52 hektare lahan dan kawasan hutan.
Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, karhutla menjadi bencana paling dominan dari total 42 kejadian bencana yang ditangani selama September.
“Dari total 42 kejadian, kebakaran hutan dan lahan menjadi kejadian bencana yang paling banyak ditangani personel BPBD Magetan,” kata Eka, Senin (12/10/2026).
Dari 36 kejadian tersebut, sebanyak 23 merupakan kebakaran lahan, termasuk perkebunan tebu, 11 kebakaran hutan rakyat, dan dua kebakaran di kawasan Gunung Lawu.
Berdasarkan data BPBD, sekitar 35 hektare lahan perkebunan dan hutan rakyat di kawasan Gunung Bancak, Gunung Blego, serta Gunung Bungkuk terdampak kebakaran.
Sementara itu, kebakaran di lereng Gunung Lawu menghanguskan sekitar 17 hektare kawasan hutan.
Kecamatan Kawedanan mencatat kejadian terbanyak dengan tujuh kasus, disusul Plaosan enam kasus, serta Lembeyan dan Magetan masing-masing lima kasus.
Mengantisipasi kebakaran susulan, BPBD bersama instansi terkait meningkatkan sosialisasi, patroli terpadu, pengawasan kawasan hutan, serta kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana.
Eka mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan atau sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di kawasan rawan kebakaran.
Baca Juga: Karhutla Bromo Meluas ke Bukit Teletubies, Petugas Berpacu dengan Angin dan Medan Curam
Warga juga diminta segera melaporkan kejadian kebakaran kepada BPBD atau pemerintah setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
36 Kali Karhutla Landa Magetan Selama September, 52 Hektare Lahan dan Hutan Terdampak
-
Duh! Pipa PDAM Putus Terdampak Proyek Jembatan, Warga Surabaya Antre Air Bersih
-
MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Transaksi Digital hingga Bisnis UMKM
-
Gubernur Khofifah Sampaikan Keberhasilan Nawa Bhakti Satya Saat Pimpin Upacara Hari Jadi ke-81Jatim
-
Gus Lilur Minta KPK Telusuri Dugaan Politik Uang di Muktamar ke-35 NU