ilustrasi pencabulan di pondok pesantren. Wali santri menjemput massal anak-anak mereka dari ponpes di Probolinggo pada 17 Oktober 2026 karena takut skandal kekerasan seksual. [ISTIMEWA]
Baca 10 detik
- Wali santri menjemput massal anak-anak mereka dari ponpes di Probolinggo pada 17 Oktober 2026 karena takut skandal kekerasan seksual.
- Figur internal ponpes berinisial AMA diduga melakukan pencabulan berulang terhadap santriwati di bawah umur sejak September 2025 hingga Februari 2026.
- Kapolsek Bantaran AKP Agus Eko Widodo mengonfirmasi kasus ini telah ditangani intensif oleh Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo.
Hingga kini, penyidik Unit PPA Polres Probolinggo masih terus mendalami alat bukti dan memeriksa saksi-saksi guna mengungkap fakta hukum.
Di sisi lain, ruang klarifikasi resmi dari pihak pengasuh maupun pengelola pondok pesantren masih dinantikan guna memberikan hak jawab atas dugaan skandal yang mencoreng institusi pendidikan keagamaan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis
-
Bejat! Ayah di Probolinggo Tega Cabuli Anak Kandung Sejak SD, Nyaris Diamuk Warga
-
Cek Bangkai Kapal, Penyelam Malah Hilang Misterius di Kedalaman 40 Meter Probolinggo
-
Ponpes di Kediri Terbakar Usai Ibadah Magrib, Diduga akibat Korsleting Listrik
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pabrik Sepeda, Industri Dalam Negeri Kuasai Ekspor
-
Ini Identitas 4 Suporter PSS Sleman yang Tewas dalam Kecelakaan di Madiun
-
Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Lamongan: Teknologi & Inovasi Efektif-Efisien
-
Wadah Krim Wajah Jadi Kedok, Sabu 17 Gram Gagal Masuk Lapas Banyuwangi
-
Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan