Fabiola Febrinastri
Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:59 WIB
BRI memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan dan pemberdayaan UMKM. (Dok: BRI)

SuaraJatim.id - Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, BRI yang memiliki fokus utama pada pemberdayaan UMKM mengakselerasi berbagai inisiatif untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pemerataan ekonomi hingga tingkat desa.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi momentum bagi BRI untuk semakin menyelaraskan strategi bisnis dengan prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

“Pemerintah telah menempatkan penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan sebagai prioritas nasional. Bagi BRI, arah kebijakan tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan karakteristik bisnis dan mandat perseroan. Oleh karena itu, kami terus memastikan bahwa berbagai program pemerintah dapat diterjemahkan menjadi akses pembiayaan, pemberdayaan, dan layanan keuangan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujar Hery.

Adapun kontribusi utama BRI dalam mendukung pencapaian Asta Cita dan pembangunan ekonomi Indonesia tercermin melalui sejumlah capaian berikut:
1. Berpihak pada Rakyat, Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.235,4 triliun
Keberpihakan BRI terhadap ekonomi kerakyatan salah satunya tercermin dari besarnya penyaluran kredit kepada pelaku UMKM. Hingga akhir triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Nilai tersebut setara dengan sekitar 75,1% dari total portofolio kredit Perseroan, sekaligus menegaskan fokus BRI dalam menjadikan UMKM sebagai segmen utama pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional

2. BRI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Catat Pembiayaan Capai Rp239,46 Triliun Pembiayaan ke Sektor Pertanian
Penguatan fondasi ekonomi kerakyatan terus menjadi fokus BRI melalui perluasan akses pembiayaan produktif, khususnya bagi pelaku usaha di sektor pertanian. Komitmen tersebut tercermin dari pembiayaan BRI ke sektor pertanian yang mencapai Rp239,46 triliun hingga akhir Triwulan II 2026.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita ke-2 Pemerintah, khususnya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Melalui perluasan akses permodalan, BRI turut mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan hasil produksi.

3. Salurkan KUR Rp167,01 Triliun, BRI Perkuat Sektor Produktif dan Pertumbuhan Usaha Rakyat
Komitmen BRI dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan sebagaimana menjadi prioritas dalam Asta Cita, tercermin melalui realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur hingga akhir September 2026. Capaian tersebut setara dengan 87,9% dari total alokasi KUR BRI tahun 2026 sebesar Rp190 triliun.

Dukungan BRI terhadap penguatan sektor produktif juga tercermin dari penyaluran KUR sebesar Rp114,76 triliun atau 68,71% yang diarahkan kepada sektor produksi. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 42,82%.

Baca Juga: BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi 2026

“BRI terus mengarahkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. KUR menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun ekonomi nasional dari tingkat akar rumput,” lanjut Hery.

4. Holding Ultra Mikro BRI Buka Peluang Ekonomi Lebih Luas bagi Jutaan Masyarakat
Upaya pemerintah mewujudkan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat turut didukung BRI melalui Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.

Melalui ekosistem ini, BRI mengambil peran strategis dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan formal serta pendampingan usaha sesuai kebutuhan dan perkembangan usahanya.

Hal ini juga membuka peluang bagi nasabah ultra mikro untuk terus berkembang melalui mekanisme graduasi atau naik kelas, sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil memiliki kesempatan meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Tercatat, hingga Triwulan II 2026, Holding UMi telah berhasil melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi tersebut juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas, mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen yang lebih kecil menuju akses layanan dan pembiayaan yang semakin luas.

“Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong,” jelas Hery.

Load More