Jelang HUT RI Ke-74, Napi Lapas Wanita Malang Jahit Merah Putih 120 Meter

Chandra Iswinarno
Jelang HUT RI Ke-74, Napi Lapas Wanita Malang Jahit Merah Putih 120 Meter
Suasana narapidana Lapas Wanita Klas IIA Malang menjahit bendera merah putih, Rabu (7/8/2019). [Suara.com/Aziz Ramadani]

Para napi diajak berpartisipasi aktif menyambut perayaan tahunan itu agar semangat nasionalismenya kembali bangkit.

Suara.com - Euforia menyambut HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia juga terasa di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA Malang. Terbukti sejumlah 20 narapidana kompak menjahit bendera merah putih berukuran panjang 120 meter.

Tampak para napi atau warga binaan yang didominasi kasus narkoba itu serius menjahit kain berwarna merah dan putih pada Rabu (7/8/2019). Setiap detail jahitan diamati betul-betul. Mereka tak ingin mahakaryanya ada kesalahan sekecil apapun.

Kepala Lapas Wanita Klas IIA Malang Ika Yusanti mengatakan puluhan narapidana menjahit bendera merah putih untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Para napi diajak berpartisipasi aktif menyambut perayaan tahunan itu agar semangat nasionalismenya kembali bangkit.

"Karya mereka nanti akan dipasang di depan Lapas. Meskipun masih baru belajar, mereka telah berkarya dengan menjahit bendera," kata Ika.

Ia berharap, dengan dipajangnya karya tersebut, warga binaan juga dapat menumbuhkan rasa kebanggaan.

"Mereka bisa turut berbakti kepada bangsa dan negara meskipun dalam kondisi terbatas (menjalani hukuman kurungan penjara)," sambung perempuan berhijab ini.

Selain itu, masih kata Ika, seluruh warga binaan yang berjumlah total 663 narapidana diajak menghias setiap blok sel tahanan. Hal ini dilakukan agar euforia atau rasa suka cita kemerdekaan semakin menggelora.

"Euforia ini layaknya kehidupan di luar. Ikut merayakan kemerdekaan," pungkasnya.

Kontributor : Aziz Ramadani

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS