Pasca Kerusuhan, Seratusan Lebih Warga Lumajang di Wamena Minta Kembali

Chandra Iswinarno
Pasca Kerusuhan, Seratusan Lebih Warga Lumajang di Wamena Minta Kembali
Lilakbar dan Masrifah, pasangan suami istri asal Lumajang yang merantau di Wamena Papua tiba di Lumajang. [Jatimnet/Istimewa]

"Mereka masih menunggu jadwal penerbangan pesawat Hercules yang akan mengangkut mereka dari Jayapura," katanya.

Suara.com - Perantau asal Lumajang Jawa Timur yang berada di Wamena Papua meminta bantuan untuk segera pulang ke kampung halamannya. Permintaan tersebut diketahui, setelah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lumajang berkomunikasi dengan Paguyuban Warga Lumajang di Wamena.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Orang Terlantar Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Lumajang Romawati mengatakan warga tersebut masih takut dan trauma atas kerusuhan yang terjadi dua pekan kemarin itu.

"Warga masih takut dan trauma dengan kejadian yang menimpa mereka. Karena itu, mereka berharap bisa segera pulang kampung," ujar Romawati kepada Jatimnet.com-jaringan Suara.com di kantornya pada Kamis (3/10/2019) pagi.

Romawati mengatakan kurang lebih 100 warga Lumajang yang masih tertahan di Wamena pasca kerusuhan Wamena pada Senin (23/9/2019) silam.

"Mereka masih menunggu jadwal penerbangan pesawat Hercules yang akan mengangkut mereka dari Jayapura," katanya.

Kekinian, Romawati mendapat informasi, TNI AU telah mendaftar perantau yang akan pulang ke kampungnya masing-masing, pasca kerusuhan. Ia mengatakan dinsos baru bisa berkomunikasi dengan warga Lumajang di Wamena pada Senin (30/9/2019) atau sepekan setelah pecahnya kerusuhan.

"Para perantau ini sebagian besar adalah tukang ojek. Banyak juga yang buka warung. Ketua paguyubannya konon sudah 30-an tahun sebagai perantau di sana," ujarnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS