Kisah 4 'Desa Hantu' di Sidoarjo, Hingga Dihapus dari Daftar Negara

Pebriansyah Ariefana
Kisah 4 'Desa Hantu' di Sidoarjo, Hingga Dihapus dari Daftar Negara
Kawasan wisata lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Dulu padat, sekarang tak ada kehidupan.

SuaraJatim.id - Sebanyak empat desa di Kabupaten Sidoarjo kini sama sekali tak berpenghuni. Tak ada seorang pun di sana.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Timur Mochammad Yasin mengatakan keempat desa itu adalah Renokenongo, Ketapan, Kedung Bendo, dan Besuki. Karena tak lagi berpenghuni, pemerintah berencana menghapus desa itu dari daftar desa di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Karena (tenggelam) lumpur Lapindo,” kata dia menyebutkan penyebab desa-desa itu ditinggalkan penduduknya, Rabu (13/11/2019).

Data di DMPD Jawa Timur mencatat, selain empat desa yang tak berpenduduk sama sekali, ada 11 desa lain di Sidoarjo yang jumlah penduduknya menyusut. Bahkan kini penduduk di desa-desa itu jumlahnya tinggal separuh dari jumlah penduduk semula.

Desa-desa itu adalah Glagaharum, Pamotan, Wunut, Mindi, Jatirejo, Siring, Gedang, Kalitengah, Gempolsari, Kedung Cangkring, dan Pejarakan. Sementara empat desa tak berpenghuni akibat tenggelam lumpur Lapindo akan dihapus, pemerintah merencanakan menata ulang 11 desa itu.

“Mungkin nanti akan ada penggabungan desa dari 15 desa itu,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah provinsi kini sedang mengkaji penataan kelimabelas desa di Kecamatan Porong, Tanggulangin, dan Jabon itu. Ada sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar penataan, di antaranya aparat desa dan data kependudukan.

“Kan ada KTP warga di empat desa itu juga masih beralamatkan di desa yang bersangkutan. Maka masalah penataan ulang belasan desa itu masih kami bahas dengan berbagai pertimbangan,” katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS