Ibu Ini Lahirkan Anak di Perahu Saat Cuaca Ekstrem Terjang Perairan Sumenep

Chandra Iswinarno
Ibu Ini Lahirkan Anak di Perahu Saat Cuaca Ekstrem Terjang Perairan Sumenep
Bidan Gesi Variana Sari saat membawa ibu hamil asal Pulau Sapudi, Tamima saat berada di tengah laut. [Istimewa]

Mengingat transportasi di kepulauan minim, Tamima akhirnya dirujuk menggunakan perahu angkutan barang.

SuaraJatim.id - Seorang ibu warga Dusun Wak Duwak Desa/Kecamatan Gayam Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep terpaksa melahirkan anaknya di atas perahu yang berada di tengah laut.

Ibu hamil yang diketahui bernama Tamima (34) terpaksa melahirkan di tengah cuaca ekstrem dengan ombak laut yang tinggi saat dirujuk dari Puskesmas Gayam ke RSUD Sumenep pada Selasa (7/1/2020) dini hari.

Peristiwa tersebut bermula saat Tamima merasakan mules pada bagian perut yang diketahui karena akan melahirkan. Sang suami yang mengetahui hal tersebut kemudian membawa Tamima ke Puskesmas setempat.

Sesampainya di Puskesmas, Tamima, mendapatkan perawatan Bidan Gesi Variana Sari. Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, Tamima makin merasakan mules di perutnya, namun bayinya belum keluar. Alhasil, pihak keluarga sepakat agar istrinya dirujuk ke rumah sakit yang berada di daratan Kabupaten Sumenep untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Mengingat transportasi di kepulauan minim, Tamima akhirnya dirujuk menggunakan perahu angkutan barang. Lalu pada pukul 15.30 WIB, Tamima melahirkan di Perairan Pulau Desa Poteran, Kecamatan Talango dengan kondisi bayi serta ibunya selamat dan sehat.

"Meski dengan alat seadanya yang saya bawa dari Puskesmas, Alhamdulillah, tak disangka lahir di tengah laut, bayinya berjenis kelamin laki-laki," kata Bidan Gesi pada Rabu (8/1/2020).

Bidan Desi menambahkan, perjalanan melalui laut dari Pulau Sapudi menuju Sumenep daratan tidaklah mudah, apalagi suasana hari ini tidak mendukung. Selain butuh waktu hingga lima jam dalam perjalanan laut untuk tiba di wilayah daratan Sumenep, kondisi laut saat itu tengah diterjang angin dan ombak besar yang disertai petir.

“Awalnya, mau ikut perahu yang dari Sokarami tapi perahuhya bocor. Jadi berangkat setelah zuhur memakai perahu barang, namun setelah lahir dengan selamat, kita balik lagi ke Sapudi," katanya.

Kontributor : Muhammad Madani

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS