Indeks Terpopuler News Lifestyle

Pelajar di Surabaya Boleh Rayakan Valentine

Pebriansyah Ariefana Kamis, 13 Februari 2020 | 13:40 WIB

Pelajar di Surabaya Boleh Rayakan Valentine
Warga membeli bunga di Pasar Rawa Belong, Jakarta, Kamis (14/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Asal tidak berbuat negatif.

SuaraJatim.id - Pelajar di Surabaya boleh merayakan valentine, Jumat (14/2/2020) besok. Dinas Pendidikan tidak mengeluarkan imbauan khususpada para siswa, khususnya siswa-siswi SMP, agar tidak melakukan hal yang negatif di hari kasih sayang tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo menjelaskan, bahwa ia yakin jika siswa-siswi di Kota Pahlawan, tidak akan melakukan hal yang negatif saat hari valentine besok.

"Pelajar melakukan hal negatif nggak? di Surabaya nggak. Jadi tidak ada hubungannya valentine, kasih sayang ya dilakukan setiap hari. Tidak ada himbauan khusus," ujar Supomo pada awak media, yang menanyakan perihal hal yang dikhawatirkan, Kamis (13/2/2020) siang.

Menurut Supomo, kekhawatiran yang ditanyakan oleh awak media ini tidak terjadi, karena para siswa-siswi sudah menghabiskan energinya, untuk kegiatan belajar dan juga ekstra kurikuler.

"Mulai saat ini bagaimana energi pelajar habis di sekolah. Mangkanya kita kuatin ekstrakulikuler. Jadi sekarang kita di Sekolah bentuk club. Sehingga sampai di rumah anak-anak capek, sudah tinggal tidur dan melakukan kegiatan positif di rumah. Sesuai dengan bakat dan minatnya," imbuhnya.

Supomo juga menjelaskan, bahwa kasih sayang itu bisa dilakukan atau dirayakan setiap hari, tanpa harus menunggu hari valentine. Seperti yang ia yakini saat ini.

"Kalau menurut saya, kasih sayang itu tidak perlu menunggu valentine. Setiap hari, kasih sayang harus dilakukan. Saya sebagai pemeluk Islam, Rasulullah mengajarkan kasih sayang setiap hari. Allah dalam suratnya juga mengajarkan kita kasih sayang setiap hari, tidak harus menunggu momentum dan ini kita lakukan juga," ungkapnya.

Selain itu, Supomo menambahkan, bahwa apa yang diyakini tersebut, sudah disampaikan ke semua pihak, yang menangani langsung pendidikan.

"Bukan hanya disampaikan kepada siswa, tapi kepada guru, pemahaman ini kita sampaikan. Bahwa mengutamakan murid itu menjadi skala prioritas yang harus kita lakukan, sehingga kita bisa mengantar anak-anak besok menjadi anak-anak yang mandiri, luar biasa. Itu yang kita sampaikan kepada Kepala sekolah dan para guru agar mereka mengutamakan siswa," pungkasnya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait