Banjir Order, Industri Masker Rumahan di Tulungagung Tambah Penjahit

Perempuan empat puluh tahun ini awalnya hanya melayani pesanan masker untuk sebuah pabrik di Sidoarjo.

Pebriansyah Ariefana
Sabtu, 21 Maret 2020 | 22:15 WIB
Banjir Order, Industri Masker Rumahan di Tulungagung Tambah Penjahit
Penjahit masker di Desa Batangsaren, Kauman, Kabupaten Tulunagung, Jawa Timur. (Suara.com/Farian)

SuaraJatim.id - Permintaan masker di tengah wabah virus corona terus bertambah. Pun dengan harga jual yang mengalami kenaikan hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Kondisi ini turut dirasakan Eni Kusrini, seorang penjahit masker di Dusun Jaranguyang, Desa Batangsaren, Kauman, Kabupaten Tulungagung.

Perempuan empat puluh tahun ini awalnya hanya melayani pesanan masker untuk sebuah pabrik di Sidoarjo. Kekinian, ia harus menambah tenaga penjahit karena jumlah permintaan masker terus bertambah.

"Sejak lima hari terakhir ini mas. Kalau melayani pabrik, sebulan 18 ribu masker. Sekarang itu perhari 1.800 sampai 2.200 masker. Penjahit sekarang ada enam orang. Sebelumnya cuma tiga orang," jelas Eni di rumahnya, Sabtu (21/3/20).

Pemesan masker yang dibuat Eni bukan hanya masyarakat pada umumnya. Sejumlah apotik di Tulungagung Juga memesan masker padanya. Harga untuk satu pack masker isi dua puluh buah dipatok Rp 24.000.

Baca Juga:Permintaan Meningkat, Industri Masker Rumahan Tambah Tenaga Jahit

"Kalau dulu jasa jahit seratus rupiah, sekarang jadi dua ratus rupiah per masker. Biar penjahitnya juga semangat. Kalau harga untuk pabrik Rp 900," tutur ibu dua anak ini.

Sistem kerja para penjahit masker di bawah Eni ialah dikerjakan di rumah. Rata-rata satu orang penjahit menyelesaikan 250 - 300 buah masker selama sehari. Bahan masker dipasok oleh Eni. Usai dijahit, masker kemudian dikembalikan kepadanya. Sebelum dikemas, ia mengecek jahitan masker tersebut.

"Nanti kalau kolornya lepas ya kembalikan lagi (ke penjahit) biar dijahit lagi," ungkap wanita yang mulai menjahit masker sejak 2005 tersebut.

Ada dua jenis masker yang diproduksi oleh Eni. Masker seharga 900 memiliki material yang berbeda dengan yang dijual ke pasaran. Masker dengan harga 1.200 tersebut memiliki material yang berbeda.

"Saya pakai kain sbx. Kemudian di dalamnya saya kasih kapas kemudian saya jahit," sergah wanita berhijab itu.

Baca Juga:Wali Kota Minta Warga Bekasi Tunda Resepsi Pernikahan Selama Wabah Corona

Eni mengaku tidak kesulitan mencari kain sbx sebagai bahan dasar pembuatan masker di Tulungagung. Sejauh ini permintaan masker yang masuk hanya di seputar wilayah Tulungagung.

Ia tak pernah menjual atau memposting melalui media sosial. Kendati demikian, ia juga masih kewalahan dengan tingginya permintaan masker.

"Ini saja masih ada tanggungan 2.500 masker yang belum saya jahit mas," tutupnya sambil tertawa menutupi bibirnya.

Kontributor : Farian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak