alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengusaha Baju Gamis Banting Stir Produksi 100 Juta Masker Dibagikan Gratis

Chandra Iswinarno Kamis, 02 April 2020 | 15:15 WIB

Pengusaha Baju Gamis Banting Stir Produksi 100 Juta Masker Dibagikan Gratis
Proses produksi 100 Juta masker non medis, yang rencananya dibagikan secara gratis oleh Suseno Budi Prasetyo. [Akun Twitter akun @renaldypjs]

Dalam proses produksinya, Suseno melibatkan 200 tenaga penjahit dan 87 tenaga kerja untuk cutting dan gudang.

SuaraJatim.id - Wabah Virus Corona yang merebak di berbagai wilayah Indonesia menyebabkan warga terdampak virus asal Kota Wuhan tersebut. Tingginya tingkat kematian hingga minimnya alat perlindungan diri (APD) kesehatan bagi warga menjadi persoalan yang muncul di Indonesia.

Menyikapi kondisi tersebut, seorang pemilik usaha pemroduksi pakaian gamis yang berdomisili di Kota Surabaya memutuskan banting setir untuk membuat masker non medis dan akan dibagikan ke seluruh Indonesia.

Melalui akun Twitter @renaldypjs, pemilik Aulia Fashion Suseno Budi Prasetyo memberanikan diri membuat tantangan berhastag #100JutaMaskerChallange di Twitter.

"Memang benar perusahaan kami tengah membuat tantangan untuk produksi #100JutaMaskerChallange. Challenge ini adalah sebuah tekad demi memberikan bantuan kepada masyarakat di seluruh Indonesia dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19," ujarnya pada Kontributor Suara.com pada Kamis (2/4/2020).

Baca Juga: Banting Stir Produksi Masker Unik, Penjahit Ini Raup Omzet Jutaan Rupiah

Dalam proses produksinya, Suseno melibatkan 200 tenaga penjahit dan 87 tenaga kerja untuk cutting dan gudang.

"Pengerjaan dimulai sejak tanggal 22 Maret (2020). Hingga saat ini, masih selesai sebanyak 13 ribu masker dan disebar oleh 100 relawan," katanya.

Meski memproduksi massal dengan jumlah yang super banyak, Budi juga tak ingin meremahkan segi kualitas masker yang akan diberikan secara cuma-cuma ini.

"Kami menggunakan standar yang ditentukan oleh Universitas Cambridge, yaitu dengan kerapatan pori-pori masker yang tidak bisa meniup api jika memakai masker ini. Selain itu, kami memproduksi selama 24 jam penuh dengan sistem shift untuk para pekerja."

Selain beradu cepat dengan penyebaran virus, ia menjelaskan juga terdapat beberapa kendala yang dihadapi.

Baca Juga: Jangan Asal, Begini Cara Pakai Masker Bedah Agar Efektif Cegah Virus Corona

"Para penjahit kami masih belum terbiasa memproduksi masker, sehingga dari kecepatan produksi sedikit terhambat. Selain itu, kami juga membutuhkan relawan untuk nantinya bersedia membantu membagikan masker kepada masyarakat terutama yang berada di Red Zone Covid-19."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait