alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ngamuk Langgar PSBB Surabaya, Habib Umar Assegaf adalah Ulama Pasuruan

Pebriansyah Ariefana | Rifan Aditya Kamis, 21 Mei 2020 | 17:23 WIB

Ngamuk Langgar PSBB Surabaya, Habib Umar Assegaf adalah Ulama Pasuruan
Habib Umar Assegaf Bangil.

Habib Umar Assegaf merupakan pemuka agama cukup terkenal di Jawa Timur.

SuaraJatim.id - Terungkap sosok Habib Umar Assegaf Bangil, pelanggar PSBB Surabaya yang mengamuk dengan polisi dan Satpol PP. Habib Umar Assegaf Bangil adalah ulama Pasuruan, Jawa Timur.

Penelusuran Suara.com, Habib Umar Assegaf merupakan pemuka agama cukup terkenal di Jawa Timur. Ia merupakan pengasuh Majelis Maulid Watta'lim Roudhotussalaf, Bangil, Pasuruan.

Ia disebut-sebut memiliki jamaah puluhan ribu. Habib Umar Abdullah Assegaf juga sering menggelar pengajian rutin di berbagai daerah di Pasuruan.

Berdasarkan akun media sosialnya, Majelis Roudlotussalaf sempat menggelar Haul Akbar majelis tersebut pada 22 Maret 2020 lalu. Haul yang digelar di sepanjang jalan Masjid Agung bangil ini disiarkan langsung melalui Facebook.

Dalam acara tersebut, Habib Umar Abdullah Assegaf juga membagikan santunan untuk 2398 anak yatim piatu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto menjelaskan, saat tim gabungan menghentikan Habib Umar Assegaf Bangil, di check point exit tol Surabaya, sempat menawarkan akan mengantar beberapa anggota keluarganya ke tujuan.

Pasalnya, sesuai aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mobil sedan Toyota Camry milik Habib Umar Assegaf Bangil hanya boleh ditumpangi tiga orang atau 50 persen dari kapasitas.

"Saat diberhentikan, ada pelanggaran yang dilakukan. Yakni tidak mengenakan masker hingga jumlah penumpang melebihi kapasitas. Di dalam mobil ada lima penumpang yang harusnya tiga," terang Eddy pada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (21/5/2020).

Habib Umar Assegaf Bangil saat Langgar PSBB Surabaya. (tanggapan layar Suara.com)
Habib Umar Assegaf Bangil saat Langgar PSBB Surabaya. (tanggapan layar Suara.com)

Ketika itu, lanjut Eddy, petugas meminta agar dua penumpang untuk turun. Petugas pun menawarkan akan mengantarkan dua penumpang ke tempat tujuan. Namun Habib Umar Assegaf Bangil tidak berkenan.

"Tim gabungan meminta dua orang untuk turun dan akan diantar ke tempat tujuan. Tapi yang bersangkutan tidak mau dan tersinggung," kata Eddy.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait