Jadi Zona Merah COVID-19, Wali Kota Surabaya Risma Ubah Cara Tracing

Pebriansyah Ariefana | Stephanus Aranditio
Jadi Zona Merah COVID-19, Wali Kota Surabaya Risma Ubah Cara Tracing
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dok. Humas Pemkot Surabaya)

Melakukan penelusuran dan penanganan kasus yang masif.

SuaraJatim.id - Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini menyebut tren kasus pasien positif virus corona covid-19 di Kota Pahlawan mulai menurun karena pemerintah kota sudah melakukan penelusuran dan penanganan kasus yang masif.

Risma menjelaskan pihaknya sudah mengubah konsep penelusuran kasus atau tracing dari lingkup kampung atau wilayah menuju ke lingkup yang lebih kecil lagi yakni komunitas seperti komunitas pasar, guru, industri, mall, hotel, dan sebagainya.

Jika satu dari anggota komunitas itu terdeteksi positif maka seluruh anggota komunitas akan diisolasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Kita lakukan rapid massal dengan menindaklanjuti hasil positif yang kita dapatkan, itu berjalan terus, begitu ada positif satu maka lingkungannya kita kunci untuk lakukan rapid," kata Risma dalam diskusi virtual yang disiarkan BNPB, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Risma menyebut rapid test massal ini akna dilakukan terhadap seluruh anggota komunitas baik ber-KTP Surabaya atau pun non-Surabaya.

"Semuanya memang bukan warga Surabaya tapi tetap kita lakukan supaya kita tahu tracingnya itu mereka ada di mana," tegasnya.

Dia mengakui Pemkot Surabaya memang tidak menyiapkan jaminan pembiayaan bagi warga non-Surabaya, tetapi mereka telah menyiapkan ratusan tempat tidur di Rumah Sakit Lapangan untuk isolasi warga non-Surabaya yang terinfeksi corona.

"Sebetulnya untuk yang rumah sakit lapangan itu memang kita siapkan untuk warga yang bukan Surabaya, karena kalau warga Surabaya itu kami bisa biayai dengan APBD," pungkas Risma.

Untuk diketahui, berdasarakan peta sebaran pasien Covid-19 di web lawancovid-19.surabaya.go.id, total pasien positif COVID-19 di Surabaya hingga Senin (22/6/2020) mencapai 4.628 orang. Rinciannya antara lain 4.530 orang dari Surabaya dan 98 orang dari luar Surabaya hingga 21 Juni 2020.

Total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dalam perawatan sebanyak 2.678 orang.

Pasien sembuh dari Corona COVID-19 di Surabaya bertambah menjadi 1.565 orang dan dari luar Surabaya sebanyak 30 orang.

Pasien meninggal karena Corona COVID-19 bertambah menjadi sebanyak 349 orang dan dari luar Surabaya sebanyak enam orang.

Kemudian, total pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 4.355 orang. Dari jumlah tersebut, PDP dalam pengawasan sebanyak 2.599 orang dan PDP sembuh mencapai 1.753 orang. PDP meninggal ada 3 orang.

Selain itu, total kumulatif ODP mencapai 4.243 orang. Rinciannya ODP dipantau sebanyak 465 orang dan ODP selesai dipantau ada 3.778 orang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS