facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Malam 1 Muharram Berujung Maut, Ratusan Santri Probolinggo Keracunan

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 21 Agustus 2020 | 14:29 WIB

Malam 1 Muharram Berujung Maut, Ratusan Santri Probolinggo Keracunan
Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihin keracunan. (Jatimnet)

Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihin keracunan.

SuaraJatim.id - Perayaan malam Tahun Baru Islam atau malam 1 Muharram 1442 di Probolinggo berujung maut. Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihin keracunan.

Penpes itu ada di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Mereka muntah, mual hingga pusing-pusing dan harus dilarikan ke tiga puskesmas setempat, yakni Puskesmas Ketapang, Wonoasih dan Jati.

Lima santri diantaranya, bahkan harus dilarikan ke Rumah Sakit dr Mohammad Saleh, Kota Proboliggo karena mengalami keracunan cukup parah.

Dugaan sementara, para santri yang didominasi kalangan perempuan itu, keracunan massal setelah menyantap makanan katering saat perayaan saat malam tahun baru itu, Rabu (19/8/2002) malam.

Baca Juga: Benarkah Tahun Baru Hijriyah, Tidak Dirayakan Secara Serentak?

Salah seorang wali santri setempat, Umi Laila menjelaskan cucunya mengalami keracunan setelah mengikuti acara tasyakkuran peringatan tahun baru Islam di Ponpesnya.

"Memang setiap 1 Muharram, rutin ada kegiatan di pondoknya mulai pembagian sedekah kepada anak-anak yatim dan lainnya,"terang Umi.

Senada dikatakan Pengurus Ponpes Riyadlus Sholihin putri, Fatimatul Maimunah.

Menurutnya para santriwati diduga keracunan makanan yang sudah basi, pasalnya nasi kotak katering sendiri sebenarnya sudah disiapkan sejak sore. Namun baru dimakan, pada malam harinya.

"Santri mengalami mual dan muntah esok pagi harinya, saat setelah salat subuh. Saya tidak tahu berapa anak-anak yang sudah makan, kalo nasi kotak sendiri pesantren pesannya dari luar," jelasnya.

Baca Juga: Long Weekend, Ganjil Genap Ditiadakan, Begini Situasi Lalu Lintas Jakarta

Sementara kamis malam, ratusan wali santri yang khawatir terhadap anaknya terus berdatangan ke Ponpes Riyadhus Sholihin, guna menjenguk dan memastikan kondisi kesehatan anaknya. Petugas kepolisian sendiri, langsung mengamankan sampel makanan katering yang dicurigai untuk selanjutnya dilakukan uji lab.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait