Kisah EA, Jurnalis Kampus yang Dianiaya Polisi Saat Meliput Aksi Unjuk Rasa

EA adalah jurnalis kampus yang tugasnya hanya liputan. Dia tidak ikut merusak fasilitas gedung, tapi dia ditangkap karena mendokumentasi jalannya aksi. Dia kemudian dianiaya!

Yovanda Noni
Sabtu, 17 Oktober 2020 | 12:08 WIB
Kisah EA, Jurnalis Kampus yang Dianiaya Polisi Saat Meliput Aksi Unjuk Rasa
Ilustrasi demo (Shutterstock).

"Yang pertama di bibir, kemudian cambuk rotan sebelah pinggang. Terus di mata masih nyeri. Di punggung masih sakit, rasanya kayak ditendang," ungkapnya.

Namun, kekerasan yang dialami olehnya tak membuat dirinya mengalami trauma dan takut untuk turun ikut aksi atau melakukan liputan.

"Kalau trauma enggak. Saya juga akan ikut aksi lagi.. Ini buat pembelajaran diri saya sendiri untuk lebih mawas diri kalau kedepannya ada kejadian serupa, bisa menjaga diri. Saya benci cara polisi memperlakukan mahasiswa di lapangan,” jelasnya.

Kini, dia menunggu proses pendampingan dari LBH. EA mengaku tidak terima dengan sikap polisi yang semena-mena. Sampai kini, bekas-bekas luka yang dialami EA masih ada dan masih terasa nyeri dibagian mata dan pinggangnya.

Baca Juga:Buruh dan Mahasiswa Demo UU Cipta Kerja, Istana: Kita Agak Lupa

“Sampai sekarang bekas lukanya masih sakit. Sudah laporan ke LBH kemarin Senin, tapi perkembangannya masih ngumpulin data," pungkasnya.

Kontributor : Arry Saputra

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini