alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ikut Hormati Hari Santri, Sidang Paripurna DPRD Jatim Pakai Sarung

Muhammad Taufiq Jum'at, 23 Oktober 2020 | 10:05 WIB

Ikut Hormati Hari Santri, Sidang Paripurna DPRD Jatim Pakai Sarung
Anggota DPRD Jatim pakai sarung saat Sidang Paripurna (Foto: Arry Saputra)

"Karena momentumnya bertepatan dengan hari santri, maka kita menghormati dengan menyesuaikan pakaian kita," kata Anwar Sadad.

SuaraJatim.id - Ada yang unik dalam Sidang Paripurna DPRD Jawa Timur (Jatim) kemarin. Mereka kompak mengenakan sarung saat rapat dilakukan. Namun stelen atasannya tetap memakai jas dan peci, Kamis (22/10/2020).

Ternyata, pemakaian sarung beserta jas tersebut sebagai bentuk penghormatan atas peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober.

"Karena momentumnya bertepatan dengan hari santri, maka kita menghormati dengan menyesuaikan pakaian kita dalam rapat denhan mengenakan pakaian khas santri yaitu sarung dipadu dengan jas," ujar Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad.

Meski pakaian yang dikenakan terlihat seperti orang yang akan berangkat ke akad nikah, Sadad menilai bahwa setelan tersebutlah yang biasa dipakai para kiai setiap menghadiri acara resmi pada umumnya.

"(Setelan ini) yang biasa dipakai kiai-kiai dalam acara resmi," katanya.

Peringatan hari santri ini, lanjut Sadad, merupakan momentum rangkaian dari kedatangan pasukan sekutu pada Oktober 1945, hingga dengan resolusi jihad perang 10 November. Rangkaian-rangkaian tersebut bisa menjadi inspirasi bagi rakyat Jatim untuk menjadikan spirit mempertahankan kemerdekaan RI.

"Bukan hanya Surabaya saja, tapi bagi rakyat Jatim untuk menjadikan spirit mempertahankan kemerdekaan RI itu dalam bentuk bagaimana kita membuat policy, kebijakan-kebijakan yang ujungnya nanti adalah memperkuat rakyat, masyarakat Jatim," ungkapnya.

Sehingga pemaknaan pemakaian sarung bukan hanya menjadi simbol untuk perayaan hari santri melainkan spirit perlawanan untuk mempertahankan NKRI.

"Jadi spirit itu yang musti dipegang. Jadi bukan hanya sebatas pada simbol sarung tapi di balik itu adalah spirit perlawanan untuk mempertahankan RI," ujarnya.

Kontributor : Arry Saputra

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait