alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banyuwangi Punya Persatuan Dukun, Bondowoso Ada Perkumpulan Pemuda Sesat

Muhammad Taufiq Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:21 WIB

Banyuwangi Punya Persatuan Dukun, Bondowoso Ada Perkumpulan Pemuda Sesat
Perkumpulan Pemuda Tersesat Bondowoso gelar salawatan [Foto: Timesindonesia]

Ada-ada saja. Kalau di Banyuwangi ada organisasi dukun, di Bondowoso Jawa Timur ada Perkumpulan Pemuda Tersesat.

SuaraJatim.id - Ada-ada saja. Kalau di Banyuwangi ada persatuan dukun, di Bondowoso Jawa Timur ada Perkumpulan Pemuda Tersesat. Perkumpulan Pemuda Tersesat ini memiliki 30 anggota, terdiri dari anak punk, preman, pelajar dan sebagainya.

Meskipun namanya Pemuda Tersesat, namaun anak-anak pemuda itu mengaku sebagai pecinta Nahdlatul Ulama (NU) dan Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu, menjelang Harlah NU ke-98 mereka menggelar salawatan untuk memperingatinya.

Koordinator Pemuda Tersesat Cabang Bondowoso, Muhammad Afifi, mengatakan tidak hanya bersalawat, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan diskusi ke-NU-an dengan penuh antusias.

Banyak hal dibicarakan secara mengalir dengan penuh kekeluargaan. NU, kata dia, mestinya harus hadir untuk seluruh kalangan, utamanya untuk anak muda.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Ancaman Gempa Magnitudo 8,7 dan Tsunami di Selatan Jatim

"NU harus terus melakukan suatu transformasi sosial agar terus dicintai oleh setiap kalangan. Utamanya bagi anak muda dengan berbagai latar belakang apa pun," katanya, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Jumat (5/3/2021).

Oleh sebab itu, kata dia, NU perlu terus direkonstruksi. Tentunya lewat ide dan gagasan yang menarik dan segmentatif.

Menurutnya, NU sebentar lagi akan berusia 1 abad dua tahun mendatang. Maka perlu keseriusan lewat transformasi-transformasi yang cepat dengan terus melakukan pembenahan secara serius.

Rasa kepemilikan terhadap NU, kata dia, harus berbarengan dengan terus merawat kebanggan itu dalam wujud transformasi yang nyata.

"Sehingga keberadaan NU benar-benar menjadi suatu rumah besar bagi siapa pun dengan penuh rasa kepemilikan yang kundusif dan berkelanjutan," kata Founder Padepokan Nyai Surti itu.

Baca Juga: Banyuwangi Terancam Gempa 8,7 SR, BMKG: Paling Parah Bisa Tsunami 18 Meter

Salah seorang anggota Kaconk Family, Mahsusi mengatakan NU merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait