alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Kota Madiun Cukup Tinggi

Ronald Seger Prabowo Sabtu, 06 Maret 2021 | 10:17 WIB

Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Kota Madiun Cukup Tinggi
Ilustrasi Covid-19. Kasus kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Madiun tercatat tinggi. [Pixabay/geralt]

Kasus kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Madiun tercatat tinggi.

SuaraJatim.id - Kasus kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Madiun tercatat tinggi. Hasil catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, 102 orang meninggal dari total kasus sebanyak 1.578 orang.

"Angka kematian pasien kasus positif Covid-19 di Kota Madiun terus meningkat. Saat ini, total kasus kematian sudah mencapai 102 orang per Jumat ini," ujar Dokter Puskesmas Tawangrejo, Nadiya Auliya Nabila di Madiun, Jumat (5/3/2021) dilansir Antara.

Menurut dia, salah satu penyebab tingginya kasus kematian pasien Covid-19 di Kota Madiun, kebanyakan disebabkan karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Terlebih lagi, meski memiliki komorbid, pasien Covid19 bersangkutan memilih menjalani isolasi mandiri di rumah. Sehingga, jika terjadi kegawatan karena komorbidnya, terlambat mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Sembuh COVID-19

"Biarpun rumah memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi mandiri, pasien dengan komorbid baiknya melakukan isolasi di rumah sakit. Sebab, kita tidak pernah tahu kapan komorbidnya itu memburuk," paparnya.

Sebab, risiko kematian pasien Covid-19 dengan penyakit penyerta cukup tinggi. Rata-rata memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, jantung, stroke, maupun asma.

Nadiya menyebut mereka sejatinya bisa melakukan isolasi di rumah asal tidak memiliki riwayat sesak atau membutuhkan alat pernafasan.

Namun, yang bersangkutan harus dipastikan dalam kondisi baik. Misalnya, gula darahnya sedang tidak tinggi atau kelewat rendah.

"Yang bersangkutan harus bisa bertanggung jawab atas kondisinya masing-masing. Saat memang butuh perawatan lebih lanjut, baiknya segera ke rumah sakit," katanya.

Baca Juga: Gegara Klaster Banjir, Kasus Covid-19 Karawang Bertambah 400 dalam Sehari

Hal tersebut penting mengingat banyaknya kasus kematian karena terlambat dalam perawatan. Kondisi pasien yang dibawa ke rumah sakit sudah kelewat akut atau kritis.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait