alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gubernur Khofifah Minta Bank Jatim Percepat Transformasi Digital

Muhammad Taufiq Selasa, 04 Mei 2021 | 09:39 WIB

Gubernur Khofifah Minta Bank Jatim Percepat Transformasi Digital
Bank Jatim

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta PT Bank Pembangunan Daerah, Tbk (Bank Jatim) untuk melakukan percepatan perluasan digitalisasi keuangan.

SuaraJatim.id - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta PT Bank Pembangunan Daerah, Tbk (Bank Jatim) untuk melakukan percepatan perluasan digitalisasi keuangan.

Pertimbangannya, kata dia, saat ini pola transaksi masyarakat semakin bergeser dari konvensional ke digital. Masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi digital, apalagi jika menyasar segmen milenial dan di tengah terbatasnya aktivitas fisik di masa pandemi Covid-19.

Bank yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten BJTM, itu merupakan bank kebanggaan masyarakat Jawa Timur. Saat ini, Bank Jatim memiliki sejumlah kesempatan dan peluang untuk tumbuh dan berkembang.

Salah satu peluang pengembangan itu contohnya percepatan dan perluasan proses transformasi digital. Di sisi lain saat ini pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci utama untuk dapat bersaing dengan bank-bank lain.

Baca Juga: Eksplorasi Bangkai Kapal Van Der Wijck Dihentikan Hingga Beberapa Bulan

"Masyarakat saat ini lebih nyaman melakukan transaksi secara digital melalui smartphone dibandingkan dengan mendatangi kantor bank secara langsung," kata Khofifah dalam sambutannya saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2020, Senin (03/05/2021).

"Bank-bank yang masih bertahan dengan pemikiran konvensional bahwa nasabah akan loyal dan tetap datang ke bank walaupun tidak memiliki layanan digital dipastikan tidak akan dapat bertahan lama, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini," ujarnya menegaskan.

Untuk itu, Ia berharap penerapan teknologi perbankan di institusi perbankan plat merah itu dapat diimbangi dengan penerapan manajemen resiko yang baik.

Termasuk penerapan strategi anti-fraud (anti kecurangan) untuk mendeteksi adanya kemungkinan penyalahgunaan transaksi digital. Selain itu, SDM di Bank Jatim juga harus dibekali dengan pengetahuan cukup terkait penggunaan teknologi tersebut.

"Apalagi di era saat ini inovasi terus berlanjut, kolaborasi semakin meluas, dan perusahaan konvensional juga melakukan go-digital. Di sektor keuangan, perusahaan fintech terus mengeluarkan produk barunya dan berkolaborasi dengan berbagai bank termasuk Bank Jatim," katanya.

Baca Juga: BRI Terus Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Jatim

Menurutnya, kinerja Bank Jatim pada 2020 secara umum relatif stabil, meski tahun lalu sudah terpengaruh pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari total aset yang meningkat 8,94 persen dari Rp. 76,756 Triliun menjadi Rp. 83,619 Triliun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait