alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangkalan, Kepala BNPB Minta Mobilitas Manusia Dikontrol

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 08 Juni 2021 | 13:40 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangkalan, Kepala BNPB Minta Mobilitas Manusia Dikontrol
ilustrasi kasus Covid-19 di Bangkalan Madura.- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan juga Ketua Satuan Gugus Tugas Covid-19, Ganip Warsito saat meninjau langsung RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, Rabu (26/5/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kepala BNPB Ganip juga menginstruksikan peningkatan Testing, Tracing dan Treatment. Namun, paling penting adalah masyarakat disiplin protokol kesehatan (prokes) covid-19.

SuaraJatim.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito turun langsung memantau lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Timur, khususnya Bangkalan Madura. Ganip optimistis laju penularan virus masih bisa dikendalikan.

"Jatim secara konteks nasional untuk perkembangan COVID-19 tidak pada posisi teratas. Tapi terkendali. Ada peningkatan tapi semua masih dapat ditangani dengan baik," katanya dikutip dari Antara, Selasa (8/6/2021).

Ia melanjutkan, berdasarkan informasi yang didapat dari bupati dan gubernur, kasus Covid-19 di Bangkalan telah tertangani dengan baik. Seperti dibangunnya rumah sakit darurat lapangan untuk menekan tingginya okupansi tempat tidur pasien Covid-19 di RSUD Bangkalan. 

"Operasional rumah sakit sudah mulai baik, kalau diukur dari persentase BOR (Bed Occupancy Rate) cukup, langkah-langkah dari pemprov untuk menyalurkan keterbatasan di sana," sambungnya. 

Baca Juga: Pria Madura yang Viral Ajak Duel Petugas Penyekatan Suramadu Minta Maaf

Ganip juga menginstruksikan peningkatan 3T (Testing, Tracing dan Treatment). Namun, menurutnya, paling penting adalah masyarakat disiplin protokol kesehatan (prokes). 

"Prokes memakai masker ini kuncinya, lalu menjaga jarak, hidup sehat, mencuci tangan dan menghindari kerumunan ini perlu ditegakan," katanya. 

Kemudian, masih kata Ganip, mobilitas atau laju pergerakan manusia juga harus dikendalikan.

"(Salah satu yang dilakukan) penyekatan di perbatasan Surabaya untuk mengontrol, menegakan prokes. Karena yang bawa virus ini manusia, mobilitas manusia dikontrol," imbuhnya. 

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, total terkonfirmasi positif di Jatim sebanyak 156.627 kasus. Dari data itu, 143.142 sembuh, 11.583 meninggal dunia dan 1.902 dirawat. Khusus Bangkalan, sekarang ini ada 115 kasus aktif. 

Baca Juga: Ya Ampun! Dirapid Tes Antigen, Puluhan Pemotor di Bangkalan Reaktif Covid-19

(ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait