alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pasien Covid-19 di Bangkalan Madura Terus Bertambah, Rumah Sakit Kewalahan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 17 Juni 2021 | 12:14 WIB

Pasien Covid-19 di Bangkalan Madura Terus Bertambah, Rumah Sakit Kewalahan
ilustrasi. Pasien Covid-19 di Bangkalan Madura Terus Bertambah, Rumah Sakit Kewalahan. --Pasien terkonfirmasi COVID-19 berada di dalam bus sekolah yang dioperasikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang mengantar dari Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (11/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Direktur RSUD Syamrabu, dr. Nunuk Kristiani mengatakan, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur (ranjang) khusus pasien Covid-19 telah mencapai 77 persen

SuaraJatim.id - Pasien Covid-19 di RSUD Syarifa Ambami Ratoh Ebu (Syamrabu) Bangkalan, Madura terus bertambah. Ketersediaan ruang perawatan diklaim hampir penuh dan tenaga kesehatan yang minim bikin kewalahan.

Direktur RSUD Syamrabu, dr. Nunuk Kristiani mengatakan, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur (ranjang) khusus pasien Covid-19 telah mencapai 77 persen dari total kapasitas.

“Iya BOR rumah sakit sudah mencapai 77 persen, dari jumlah itu rinciannya 168 diruang perawatan dan 8 pasien di ICU,” katanya dikutip dari beritajatim.com --media jejaringn suara.com, Kamis (17/6/2021).

Kekinian, lanjut dia, kapasitas ruang perawatan Covid-19 menyentuh angka 216. Jumlah itu meningkat dibandingkan sebelumnya, sejumlah 150 tempat tidur.

Baca Juga: Membludak! Rest Area Suramadu Sampai Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid Bangkalan

Hampir penuhnya ranjang pasien Covid-19 itu juga dipicu pasien tidak berkenan dirujuk ke rumah sakit yang ada di Surabaya. Pasien lebih memilih dirawat di RSUD Syamrabu, lantaran lebih dekat.

“Akibatnya, di IGD sendiri terjadi antrian untuk masuk. Jadi pasien yang sudah negatif ataupun sudah bisa rawat jalan akan dipulangkan untuk isolasi mandiri (isoman) sehingga pasien lain bisa masuk,” tambahnya.

Nunuk juga menyebut saat ini pihaknya membutuhkan tambahan tenaga kesehatan. Sebab, sebanyak 35 nakes RSUD Syamrabu masih dalam perawatan akibat Covid-19.

“Kita buka rekrtumen dan ada 40 perawat dan 3 analis medis sudah masuk. Kami masih butuh beberapa tenaga lain salah satunya tenaga radiografer,” tutupnya.

Sekadar informasi. Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga telah menyiapkan gedung asrama di Universitas Trunojoyo Madura untuk digunakan sebagai rumah isolasi. Tak hanya itu, RS darurat di BPWS kaki suramadu juga tengah disiapkan.

Baca Juga: Stop Press! Bangkalan Madura Zona Merah Covid-19

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait