facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mural 'Pikiran Gersang Kritik Dilarang' di Mojokerto, Warganet: Besok Pasti Sudah Dicat

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 28 Agustus 2021 | 18:54 WIB

Mural 'Pikiran Gersang Kritik Dilarang' di Mojokerto, Warganet: Besok Pasti Sudah Dicat
Mural di Mojokerto, Jawa Timur. [Instagram]

Ada tiga foto yang diunggah oleh akun tersebut. Pada foto pertama terlihat mural berbentuk lingkaran berwarna hitam putih, di mana pada bagian tengahnya bergambar sesosok pria

SuaraJatim.id - Sebuah mural bertuliskan "Pikiran Gersang Kritik Dilarang" terlihat di sebuah tembok di kawasan Mojokerto, Jawa Timur.

Foto-foto mural itu diunggah oleh akun instagram @updatemojokerto.

"Segersang itu pikiranmu. Hingga muralku menjadi ancaman bagimu. Tenang, ini hanya umpatan, bukan ancaman atau serangkaian serangan fajar 2024 mendatang," tulis pada keterarangan unggahan.

 “Tuan” dan “Puan” sudah tau kan baliho-baliho sudah mulai terpampang di jalanan di kala 2024 akan ada pesta besar-besaran. Ah sudahlah, Ini hanya kata yang tertulis di tembok, bukan suara lantang yang bersumber dari suara Mega Phone. Semoga  “Tuan” dan “Puan” faham ," kelanjutan pada caption foto tersebut.

Diketahui, mural tersebut berlokasi di Jalan RA Basoeni, Sooko Mojokerto, Jawa Timur.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tak Permasalahkan Mural di Ruang Publik, Asal...

Ada tiga foto yang diunggah oleh akun tersebut. Pada foto pertama terlihat mural berbentuk lingkaran berwarna hitam putih, di mana pada bagian tengahnya bergambar sesosok pria dengan mengenakan seragam dan topi. Kemudian dikelilingi oleh tulisan Pikiran Gersang Kritik Dilarang. Sementara di sampingnya terdapat gambar tengkorak.

"Mural menjadi ancaman saat "Tuan" dan "Puan" menganggap sistem pemerintahan dianggap sebagai seni," tulis keterangan dalam foto tersebut.

Foto kedua menunjukkan mural dari sisi berbeda ketika seorang pengendara motor lewat di depannya. Sementara pada foto ketiga terlihat foto mural yang lebih jelas.

Unggahan tersebut pun mengundang reaksi dari warganet.

"Kadang rakyat cuma pengen menyuarakan isi hati dan pikiran. Apa kami gak boleh sambat. Korupsi di sindir gak mau. Apa kami harus pura pura tidak tau. Apa kami harus pura pura buta. Supaya kalian bisa rame rame korupsi kyk murak berkat. Kembalikan bansos kami. Nangis aku," ujar @mari***

Baca Juga: Kampung Mural Religi di Kabuten Bandung

"Besok pasti sudah di cat ," kata @ally***

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait