Harga Telur di Lamongan Turun, Tapi Cabai Kembali Merangkak Naik

Harga cabai di Lamongan Jawa Timur kembali merangkak naik. Kenaikan harga pun bervariasi dan terjadi di hampir semua pasar tradisional.

Muhammad Taufiq
Rabu, 15 September 2021 | 14:44 WIB
Harga Telur di Lamongan Turun, Tapi Cabai Kembali Merangkak Naik
Ilustrasi cabai (Pexels/Artem Beliaikin)

SuaraJatim.id - Harga cabai di Lamongan Jawa Timur kembali merangkak naik. Kenaikan harga pun bervariasi dan terjadi di hampir semua pasar tradisional.

Untuk cabai rawit misalnya, naik dari Rp 14 ribu menjadi Rp 17 ribu per kilogram. Sementara cabai merah pun juga mengalami kenaikan dari Rp 11 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram.

Saroh, seorang pedagang di Pasar Sidoharjo misalnya, mengatakan kalau kenaikan rata-rata harga cabai ini berkisar Rp 4 ribu rupiah per kilogramnya.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan M Zamroni, kenaikan harga cabai ini disebabkan karena berakhirnya musim panen.

Baca Juga:Harga Kebutuhan Pokok di Jakarta Perlahan Turun, Cabai Anjlok Hingga 100 Persen

"Penyebab terjadinya kenaikan harga cabai ini dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah karena berakhirnya musim panen di kalangan petani cabai saat ini," kata Zamroni, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Rabu (15/9/2021), hari ini.

Kendati harga cabai mengalami kenaikan, tetapi harga telur ayam ras justru terus mengalami penurunan tiap harinya. Kini, harga telur tersebut di kisaran Rp 19 ribu, turun Rp 1.500 dari harga sebelumnya di tingkat pedagang pasar tradisional.

Lebih lanjut, Zamroni membeberkan, untuk turunnya harga telur ini dikarenakan lesunya daya pasar. Menurutnya, hal itu terjadi karena imbas dari diberlakukannya PPKM pada sektor industri olahan makanan berbahan telur, seperti roti dan lain-lain.

"Telur memang turun harganya. Penyebabnya karena permintaan menurun mas, bukan karena over produksi. Imbas dari PPKM, banyak usaha yang biasanya memanfaatkan telur sebagai bahan olahan, kini kurang jalan usahanya. Serta konsumsi rumah tangga juga banyak yang berkurang," katanya.

Berdasarkan data yang diserap dari Disperindag per hari ini, selain harga cabai dan telur ayam ras, sejumlah harga bahan pokok di Lamongan juga mengalami naik turun, di antaranya harga tomat, wortel dan buncis, saat ini berada di kisaran Rp 12.000, yang mengalami kenaikan cukup beragam, mulai Rp 2 ribu hingga Rp 4 ribu per kilogram.

Baca Juga:Aneka Resep Soto, Mulai dari Khas Lamongan, Padang hingga Betawi

Sedangkan untuk harga daging ayam boiler, diketahui saat ini mengalami penurunan sekitar Rp 3 ribuan, kini harganya pun menjadi Rp 34 ribu per kilogram di tingkat pasar tradisional yang ada di Kabupaten Lamongan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini