alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ketika Gairah Kerja Menurun, Ini Identifikasi Keadaan Psikologis Kamu

Muhammad Taufiq Minggu, 10 Oktober 2021 | 10:51 WIB

Ketika Gairah Kerja Menurun, Ini Identifikasi Keadaan Psikologis Kamu
Ilustrasi malas bekerja. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kalian tentu pernah merasakan kehilangan gairah bekerja. Semangat menurun dan mulai kesulitan mengatur ritme hidup.

SuaraJatim.id - Kalian tentu pernah merasakan kehilangan semangat bekerja. Gairah menurun dan mulai kesulitan mengatur ritme hidup.

Menurut Psikolog Graheta Rara Purwasono dari Universitas Airlangga, gejala-gejala tersebut bisa menjadi pertanda kalau kalian sedang mengalami demotivasi.

Graheta menjelaskan, demotivasi adalah keadaan ketika seseorang kehilangan semangat untuk melakukan sesuatu. Kondisi ini menyebabkan segala aktivitas dan pekerjaan yang harus dilakukan menjadi terhambat.

Dampaknya, tentu bisa ditebak. Kondisi itu akan membuat produktivitas dan performa kerja menurun.

"Demotivasi tidak terjadi tanpa alasan. Makanya, walaupun terkesan sulit untuk bangkit dari demotivasi tapi masalah ini bisa Anda atasi," kata Graheta, seperti dikutip dari Antara, Minggu (10/10/2021).

Baca Juga: Kenali Kondisi Diri Sebelum Putuskan Datangi Psikolog

Graheta mengemukakan empat cara yang bisa dicoba untuk membantu bangkit dari demotivasi.

Cara pertama mengatasi demotivasi adalah dengan mencari tahu sumber penyebab seseorang merasa demotivasi.

"Apakah karena Anda terlalu sering lembur dan beban kerja Anda yang luar biasa besar? Atau mungkin penyebab Anda tidak semangat kerja karena merasa tidak nyaman dengan rekan kerja dan atasan?"

Coba tanyakan kepada diri sendiri apa yang membuat tidak semangat kerja.

Kedua isi ulang energi dengan cara yang tepat, sebab kurang istirahat atau tidak pernah menghabiskan waktu untuk diri sendiri bisa jadi salah satu penyebab demotivasi.

Graheta mengatakan jangan ragu memanjakan diri atau mengisi energi setiap hari selama 30 menit hingga satu jam dengan aktivitas menyenangkan.

Baca Juga: Alasan Ilmiah Mengapa Trauma Masa Lalu Lebih Mudah Diingat Dibanding Memori Indah

"Misalnya dengan berolahraga, menonton film, atau mungkin mengobrol bersama teman atau pasangan."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait