SuaraJatim.id - Pemerintah Kota Madiun membeli sejumlah 4.880 unit laptop untuk mendukung program laptop gratis bagi siswa. Hal itu wujud pemerintah daerah setempat berkomitmen dalam peningkatan sektor pendidkan.
Plt Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Kota Madiun Noor Aflah, mengatakan pengadaan laptop jilid kedua secara e-katalog ini dengan nilai kontrak mencapai Rp35,7 miliar. Pengadaan barang itu menggunakan jenis kontrak "lump sum" atau pembayaran dilakukan setelah barang diterima.
Bedanya pada pengadaan kali ini, pihaknya mengikuti program pemerintah dengan bangga produk dalam negeri.
"Karenanya, Kota Madiun mengedepankan pengoptimalan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sesuai Kampanye Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Laptop ini setidaknya memiliki skor 42 persen TKDN," kata Aflah mengutip dair Antara, Jumat (15/10/2021).
Baca Juga:Cara Membuat Channel YouTube Melalui Desktop PC dan Laptop
Dijelaskannya, pengadaan 4.880 unit laptop di tahun 2021 tersebut merupakan tahap kedua setelah di tahun 2020 pemkot juga melakukan pengadaan 5.425 unit yang telah digunakan oleh siswa kelas V SD negeri dan kelas VIII SMP negeri.
"Pengadaan jilid kedua ini menggandeng PT PINS Indonesia yang merupakan anak perusahaan BUMN PT Telkom," ujar Noor Aflah saat penandatanganan kontrak dengan rekanan PT PINS Indonesia di Gedung Adhiwiyata Dinas Pendidikan Kota Madiun, Jumat.
Menurut dia, pengiriman ribuan laptop tersebut akan terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama sebanyak 1.000 unit dijadwalkan pada 15 Desember 2021. Sedang, sisanya akan dikirim pada 20 Desember nanti.
"Sesuai kontrak, laptop akan dikirim dua kali. Pengiriman pertama sebanyak seribu unit pada 15 Desember dan sisanya pada 20 Desember. Kita targetkan 30 Desember laptop sudah dibagikan kepada siswa," katanya.
Adapun, laptop jilid dua ini bermerek Axioo Mybook Pro G5 (8H9) dengan spesifikasi Intel Core i3-6157U, 8GB DDR4, 1TB HDD, layar 14 inch FHD, Wi-Fi, bluetooth, OS windows 10, "office open source", tas, garansi 3/3/3. Artinya, garansi 3 tahun untuk suku cadang, 3 tahun "labour", dan 3 tahun "onsite".
Baca Juga:Cara Ganti Password Wifi Lewat Hp dan Laptop, Ikuti Langkah Ini
General Manager E-Commerce PT PINS Indonesia Hernadi Yoga mengaku optimistis pengadaan laptop bakal sesuai kontrak. Sebab, pihaknya mengaku sudah melihat ketersediaan barang sampai batas limit laptop yang dimaksud. Termasuk dukungan cadangan jika ada kerusakan hingga "service center" yang ada di Kota Madiun.
- 1
- 2