alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nadiem Minta PTM di Kabupaten Jombang Tidak Dibatasi

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 22 Oktober 2021 | 07:44 WIB

Nadiem Minta PTM di Kabupaten Jombang Tidak Dibatasi
ilustrasi PTM di Jombang. [SuaraMalang/Bob Bimantara]

Pemkab Jombang akan segera menyiapkan skema PTM yang tidak membatasi kehadiran siswa.

SuaraJatim.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meminta kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) pada sekolah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tidak dibatasi.

"Mas Menteri mengharapkan untuk pembelajaran tatap muka jangan dibatasi. Jadi, kasihan anak-anak jika dibatasi," kata Bupati Jombang Mundjidah Wahab setelah bertemu dengan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim di Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (21/10/2021).

Dijelaskannya, Pemkab Jombang akan segera menyiapkan skema PTM yang tidak membatasi kehadiran siswa. Namun tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

"Insya-Allah Januari 2022 sudah harus tatap muka penuh. Masuknya anak-anak kan masih bergilir," kata dia.

Baca Juga: Tetap Waspada, Tiga Siswa di Kediri Positif Covid-19 Hasil Tes Acak

Ia menambahkan, capaian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Jombang saat ini telah mencapai sekitar 75 persen. Ditargetkan hingga Desember 2021 vaksinasi bisa 100 persen.

"Alhamdulillah kami dipercepatan 75 persen. Jadi, target Desember 2021 itu 100 persen untuk vaksinasinya. Kami terus melakukan setiap hari, Minggu, dan hari libur tetap ada vaksinasi," ujar dia.

Bupati terus koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak terkait lainnya dalam percepatan vaksinasi COVID-19. Dengan demikian diharapkan vaksinasi sesuai target.

Selain itu, pihaknya sudah memberikan izin kegiatan masyarakat, seperti resepsi pernikahan termasuk ziarah ke makam di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, tetapi dengan protokol kesehatan ketat dan dibatasi.

"Untuk ziarah boleh dibuka tapi dibatasi, bergilir dan harus pakai prokes. Kapasitasnya 50 persen. Namun, saya harus berkoordinasi dengan forkopimda, TNI/Polri, dan nanti jika sepakat akan diberitahukan kepada pengasuh Pesantren Tebuireng. Masalah keamanan bukan pada kita, tetapi forkopimda dan TNI/Polri harus sepakat," kata dia.

Baca Juga: Bertambah 21 Orang, Total Klaster PTM di Solo Tembus 68 Kasus Covid-19

Sementara itu, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim tidak bersedia diwawancarai wartawan saat di Pesantren Tebuireng Jombang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait