BRI: Masyarakat Indonesia Belum Siap Fully Digital

Digital adalah keharusan bukan pilihan.

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Sabtu, 20 November 2021 | 19:19 WIB
BRI: Masyarakat Indonesia Belum Siap Fully Digital
Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo. (Dok: BRI)

SuaraJatim.id - BRI terus menekankan keberlanjutan literasi keuangan digital bagi masyarakat. Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo mengatakan, transformasi digital menjadi sebuah keharusan dan bukan lagi pilihan.

Digitalisasi diakselerasi oleh pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak interaksi secara langsung. Digitalisasi perbankan saat ini menjadi keniscayaan yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat”, ungkapnya.

Adopsi teknologi digital semakin masif di berbagai lini aktivitas keuangan masyarakat saat ini, terlebih di tengah pandemi. Model bisnis mayoritas dunia usaha sudah bergeser ke arah platform digital agar mampu bertahan dan terus tumbuh. Masyarakat pun kian terdigitalisasi, seiring semakin besarnya populasi yang telah memiliki perangkat mobile.

Kendati demikian menurut Indra, masih ada jurang pemisah yang lebar dalam literasi keuangan digital. Karena tidak semua orang nyaman melakukan transaksi keuangan secara digital.

Baca Juga:Link Live Streaming Barito Putera Vs Persiraja, BRI Liga 1 Sedang Berlangsung

“Masyarakat Indonesia sudah terbiasa menggunakan handphone. Tapi apakah dia nyaman untuk melakukan transaksi keuangan secara digital? Itu sesuatu yang perlu diedukasi,” tegas Indra.

Indra menyampaikan, untuk fully digital masyarakat di Indonesia belum siap. Dia memproyeksikan masih perlu waktu dua hingga tiga tahun untuk betul-betul mengadopsi layanan digital. Untuk itu, dalam proses transformasi digital BRI memilih hybrid banking dengan strategi ‘phygital’ atau physical and digital. Hal tersebut ditempuh BRI karena perseroan berfokus pada perilaku kenyamanan nasabah dalam bertransaksi yang terus berkembang.

Indra mengatakan jika customer masih senang dilayani dengan human touch berarti model pelayanan online to offline sangat diperlukan. Dia mencontohkan, Agen BRILink sebagai Laku Pandai BRI merupakan simpul platform digital untuk melayani masyarakat di berbagai daerah.

Untuk meningkatkan edukasi secara digital, menurut Indra, masyarakat perlu dibiasakan dengan layanan keuangan yang terdigitalisasi seperti Agen BRILink. Kemudian menghadirkan layanan transaksi digital seperti dengan QR payment, digital payment parking, hingga transaksi di jalan tol yang sudah didorong untuk cashless atau wajib digital.

Hal ini tentunya akan membangun paradigma baru di masyarakat, bahwa digitalisasi memang sangat dibutuhkan dan memudahkan. Sementara dalam layanan perbankan, bagaimana masyarakat dimudahkan untuk bisa memperoleh layanan keuangan.

Baca Juga:Dari Kawan Jadi Lawan, Yann Motta: Marc Klok Teman Saya, tapi...

“Terkait financial literacy, BRI memudahkan masyarakat membuka tabungan fully online, dari mana saja bisa membuka tabungan. Berikutnya, BRI secara berkelanjutan melakukan edukasi melakukan transaksi secara aman. Salah satunya dengan memberikan pemahaman untuk berhati-hati dalam memberikan data, terutama menjaga data yang bersifat pribadi,” ujar Indra.

News

Terkini

Isu penculikan anak dalam beberapa hari terakhir meneror para orangtua di sejumlah daerah di Jawa Timur ( Jatim ). Informasi beredar melalui grup-grup WhatsApp dan media sosia

News | 09:45 WIB

Beredar video yang memperlihatkan seorang pemuda mengendarai motor dengan gaya tak biasa. Pemuda itu mengendarai motor sambil tiduran di jok.

News | 09:11 WIB

Sejak usia 4 bulan, balita bernama Assyifa Aulia Susanti berjuang tanpa anus. Orang tua balita 3 tahun itu pun tak bisa berbuat apa-apa karena ekonomi terbilang lemah.

News | 09:06 WIB

Polisi mengamankan 107 orang usai kericuhan yang terjadi pada saat aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pendukung Arema FC

News | 07:28 WIB

Kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa Aremania di depan Kantor Arema FC menjadi perhatian publik. Aksi tersebut ternyata mengakibatkan korban luka-luka.

News | 17:30 WIB

Pelatih Persebaya, Aji Santoso berpesan kepada Bonek, suporter Bajul Ijo agar bisa menjaga ketertiban tanpa kerusuhan saat tim kesayangannya dijamu Madura United

News | 15:37 WIB

TPPO masih banyak terjadi, modusnya menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Sementara di negara tujuan, korbannya dijanjikan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART)

News | 22:36 WIB

Apa yang dilakukan Sulaiman ini bisa dibilang nekat betul. Pria 31 tahun asal Kampung Barat Tambak Kelurahan Pejagan Kabupaten Bangkalan, itu menguras barang-barang kantor BMT

News | 09:53 WIB

Nama Samanhudi Anwar keluar belakangan. Mantan Wali Kota Blitar 2 periode ini disangkutpautkan dalam kasus perampokan tersebut setelah sekian lama tenggelam.

News | 08:33 WIB

Seorang pengamen di Kediri, Jawa Timur kedapatan mengendarai motor saat mengamen di sebuah toko pakaian. Hal ini sontak membuat heran warganet.

News | 08:07 WIB

Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar diduga ikut membantu merancang aksi pencurian dengan kekerasan atau perampokan Rumah Dinas Wali Kota Santoso pada 12 Desember 2023 lalu

News | 08:00 WIB

Setelah hampir dua bulan kasus perampokan disertai penyekapan rumah dinas Wali Kota Blitar Santoso akhirnya terungkap. Salah satu tersangka ternyata eks Wali Kota Balitar.

News | 21:04 WIB

Para Nahdliyin, sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama (NU), saat ini merayakan usia seabad organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. Acara puncaknya bakal digelar di Sidoarjo.

News | 12:31 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi santai kode-kode dorongan dirinya maju sebagai calon gubernur Jawa Timur ( Jatim ) yang ramai sejak kemarin.

News | 11:31 WIB

Seorang bocah laki-laki berhasil menggagalkan aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di sebuah minimarket di Sidoarjo, Jawa Timur. Aksi percobaan pencurian itu terekam CCTV.

News | 10:34 WIB
Tampilkan lebih banyak