4 Fakta Lapangan Kasus Anggota Polisi Banyuwangi Bunuh Diri

Masyarakat Banyuwangi kemarin digegerkan dengan kasus bunuh diri yang dilakukan seorang anggota polisi setempat.

Muhammad Taufiq
Minggu, 12 Desember 2021 | 10:29 WIB
4 Fakta Lapangan Kasus Anggota Polisi Banyuwangi Bunuh Diri
Polisi Banyuwangi bunuh diri [Foto: Suaraindonesia]

SuaraJatim.id - Masyarakat Banyuwangi kemarin digegerkan dengan kasus bunuh diri yang dilakukan seorang anggota polisi setempat. Anggota polisi berinisial Bripda FWS itu ditemukan tewas oleh istrinya.

Kasus ini terjadi pada Jumat (10/12/2021). Bripda FWS merupakan anggota Sat Intelkam Polresta setempat. Ia tinggal di perumahan Griya Giri Mulya (GGM) Kecamatan Kalipuro.

Ada sejumlah fakta terungkap dalam kasus ini. Berikut ini 4 fakta-faktanya di lapangan:

1. Pribadi korban dikenal santun dan sering ikut pengajian

Baca Juga:Kronologis Anggota Polisi Banyuwangi Diduga Bunuh Diri di Rumahnya

Kematian FWS tentu memukul keluarganya. Sebab Bripda FWS dikenal sebagai sosok pribadi yang santun. Ia juga terkenal harmonis baik dengan keluarga maupun masyarakat.

"Gak menyangka, meski baru 4 bulan tinggal di sini, dia itu aktif mengikuti rutinan pengajian. Orangnya santun dan baik," ucap Ketua RT Perumahan GGM Klatak, Sugiharto, Minggu (12/12/2021).

2. Kasus pertama kali diketahui istrinya

Ketua RT Perumahan GGM Klatak, Sugiharto, mengatakan kalau kematian Bripda FWS pertama kali diketahui oleh istrinya sendiri. Saat mengetahui suaminya tewas, istrinya kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

3. Sebelum tewas minta dibelikan rujak

Baca Juga:Kesenian Rengganis Banyuwangi Ditetapkan Warisan Budaya Tak benda

Sebelum ditemukan tewas, Bripda FWS meminta istrinya keluar rumah untuk membeli rujak. Namun sayangnya, setelah pulang ke rumah suaminya ditemukan sudah tewas.

"Istrinya beli rujak itu ya disuruh korban ini. Tahu suaminya meninggal, istrinya langsung minta tolong kepada tetangga. Saya langsung lapor ke Polsek Kalipuro. Tidak lama polisi dari Polresta juga datang," kata Sugiharto.

4. Mulut korban berbusa

Saat ditemukan korban sudah tergeletak dengan kondisi mulut sedikit mengeluarkan busa. Sontak istri korban kaget dan meminta pertolongan kepada tetangga sekitar.

Sugiharto, ketua RT setempat juga segera melapor ke Polsek setempat. Saat itu polisi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke RSUD Blambangan.

Usai dilakukan pemeriksaan korban langsung dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, untuk dimakamkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini