facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dugaan Penculikan Balita Surabaya, Omongan Pelaku 'Mbulet' dan Cara Gendong Tak Wajar

Muhammad Taufiq Rabu, 05 Januari 2022 | 19:59 WIB

Dugaan Penculikan Balita Surabaya, Omongan Pelaku 'Mbulet' dan Cara Gendong Tak Wajar
Dugaan kasus penculikan balita di Surabaya [Foto: Beritajatim]

Dugaan kasus penculikan balita di Kota Surabaya terungkap. Peristiwa ini terjadi di Jalan Platuk, Rabu (05/01/2022).

SuaraJatim.id - Dugaan kasus penculikan balita di Kota Surabaya terungkap. Peristiwa ini terjadi di Jalan Platuk, Rabu (05/01/2022).

Seorang penjual soto bernama As'ad yang memergoki dugaan kasus ini. Terduga pelaku menggendong korbannya di jalan tersebut sekitar pukul 02.55 WIB.

Cara menggendong pelaku ini tidak wajar sebab si balita terus menangis meronta-ronta. Ia curiga kemudian menanyai terduga pelaku yang berjenis kelamin laki – laki tersebut.

Terduha pelaku ini membawa SIM dan STNK yang beralamatkan di Banyuwangi. Saksi kemudian memberi makan terduga pelaku tersebut.

Baca Juga: Warga Meringkus Pria Diduga Pelaku Penculikan Bayi di Surabaya

"Digendong itu gak wajar mas sampe nangis anaknya. Nah saya tanyai anaknya bukan dia ndak jawab akhirnya saya kasih soto satu porsi sama minuman mas orangnya (terduga pelaku). Bayinya digendong sama orang jualan tisu," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com.

Saat terduga pelaku menikmati semangkuk soto daging, As’ad lalu menanyai asal usul pria tersebut. Namun, terduga pelaku malah memberikan keterangan yang membingungkan.

Pria tersebut sempat mengaku dari Jombang lalu tak lama mengaku dari Banyuwangi. Lalu mengaku kos di Jalan Platuk, Gembong kemudian Rangkah. As'ad semakin curiga.

"Ditanyain mbulet mas, pertama ngakunya Jombang, terus Banyuwangi terus ngaku kos di Platuk gang buntu, Gembong Tebasan sampek Rangkah gang 7, saya makin curiga kok aneh," ujarnya.

Usai diberikan Soto dan tiga gelas teh hangat oleh As’ad, pria tersebut lantas melarikan diri dengan memanfaatkan situasi kedai soto milik As’ad yang ramai pengunjung. Ia berjalan kaki ke arah Stasiun Sidotopo tanpa membawa bayinya.

Baca Juga: Kota Surabaya Belum Pastikan Kapan Pelaksanaan PTM 100 Persen Sesuai Prokes

"Tiba – tiba ibu jual tisu itu bilang ke saya, anaknya kok ga dibawa. Saya lihat sudah ga ada dan berjalan jauh. Jadi saya kejar sama petugas PLN kebetulan ada. Saya rangkul terus saya amankan di SMA YP 17," ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait